Punya dana Rp100 juta dan lagi bingung mau disimpan di mana? Deposito sering jadi pilihan karena aman dan bunganya jelas. Tapi pertanyaannya, sebenarnya bunga deposito 100 juta itu dapat berapa sih?
Jawabannya nggak selalu sama. Besarnya tergantung suku bunga bank dan tenor (jangka waktu). Selain itu, ada juga potongan pajak yang bikin hasil akhirnya sedikit berkurang.
Nah, biar kamu nggak nebak-nebak, di sini kita bahas lengkap mulai dari simulasi, cara hitung, sampai tips biar kamu bisa ambil keputusan yang pas.
Berapa Bunga Deposito 100 Juta?

Secara umum, bunga deposito di Indonesia saat ini ada di kisaran 2,5% – 4% per tahun. Misalnya kamu ambil bunga 3% per tahun, maka gambaran kasarnya:
- Bunga kotor per tahun: Rp3.000.000
- Pajak 20%: Rp600.000
- Bunga bersih: Rp2.400.000
Artinya, kamu dapat sekitar Rp200 ribuan per bulan (setelah pajak).
Perlu kamu tahu juga, bunga deposito memang tidak diterima utuh karena sudah dikenakan PPh Pasal 4 ayat (2) yang bersifat final. Jadi, bank akan langsung memotong pajak sebesar 20% dari bunga kotor (bruto) sebelum masuk ke rekening.
Karena sifatnya final, pajak ini tidak perlu dihitung ulang saat lapor SPT. Makanya, angka yang kamu terima di akhir memang sudah bersih dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Simulasi Bunga Deposito 100 Juta per Bulan dan Tahun
Agar lebih mudah melihat pengaruh tingkat bunga terhadap hasil deposito, kita bisa membandingkan tiga skenario: 3%, 4%, dan 5% per tahun.
Simulasi dengan Bunga 3%
Jika Rp100 juta ditempatkan selama satu tahun dengan bunga 3% p.a.:
Bunga kotor:
- Rp100.000.000 × 3% = Rp3.000.000
Dengan asumsi pajak 20%:
- Rp3.000.000 × 20% = Rp600.000
Bunga bersih:
- Rp3.000.000 − Rp600.000 = Rp2.400.000
Dengan demikian, total dana setelah satu tahun menjadi sekitar Rp102.400.000.
Jika hanya ingin mendapatkan gambaran rata-rata bulanan, Rp2,4 juta setahun setara sekitar Rp200 ribu per bulan. Namun, angka tersebut hanya ilustrasi rata-rata. Perhitungan aktual dapat mengikuti jumlah hari dan ketentuan produk bank.
Simulasi dengan Bunga 4%
Dengan bunga 4% p.a.:
- Rp100.000.000 × 4% = Rp4.000.000 bunga kotor
Pajak:
- Rp4.000.000 × 20% = Rp800.000
Bunga bersih:
- Rp4.000.000 − Rp800.000 = Rp3.200.000
Total dana setelah satu tahun menjadi sekitar Rp103.200.000.
Rata-rata sederhananya setara sekitar Rp266.667 per bulan setelah pajak.
Simulasi dengan Bunga 5%
Jika suku bunga yang digunakan 5% p.a.:
- Rp100.000.000 × 5% = Rp5.000.000
Pajak 20%:
- Rp5.000.000 × 20% = Rp1.000.000
Sehingga bunga bersihnya:
- Rp5.000.000 − Rp1.000.000 = Rp4.000.000
Total dana setelah satu tahun menjadi sekitar Rp104.000.000.
Secara rata-rata sederhana, bunga bersih tersebut setara sekitar Rp333.333 per bulan.
Sekali lagi, angka bulanan di atas bukan janji hasil. Tujuannya adalah memperlihatkan skala return dari dana Rp100 juta pada tingkat bunga yang berbeda.
Simulasi Deposito 100 Juta Berdasarkan Tenor

Tenor juga perlu diperhitungkan karena deposito tidak selalu ditempatkan selama satu tahun.
Untuk memberikan perbandingan yang konsisten, berikut simulasi menggunakan:
- pokok: Rp100.000.000;
- bunga: 4% p.a.;
- pajak: 20%;
- basis simulasi: jumlah hari/365.
| Tenor Ilustratif | Bunga Kotor | Pajak | Bunga Bersih |
|---|---|---|---|
| 30 hari | Rp328.767 | Rp65.753 | Rp263.014 |
| 90 hari | Rp986.301 | Rp197.260 | Rp789.041 |
| 180 hari | Rp1.972.603 | Rp394.521 | Rp1.578.082 |
| 365 hari | Rp4.000.000 | Rp800.000 | Rp3.200.000 |
Perhitungan ini bersifat ilustratif. Tenor produk bank, jumlah hari aktual, tanggal penempatan, tanggal jatuh tempo, dan metode perhitungan dapat membuat hasil aktual berbeda.
Tenor 1 Bulan
Dengan asumsi 30 hari dan bunga 4% p.a., bunga bersihnya sekitar Rp263 ribu.
Tenor pendek dapat dipertimbangkan jika Anda belum ingin mengunci dana terlalu lama, tetapi tingkat bunga yang ditawarkan belum tentu sama dengan tenor yang lebih panjang.
Tenor 3 Bulan
Untuk ilustrasi 90 hari, bunga bersihnya sekitar Rp789 ribu.
Jika deposito diperpanjang otomatis atau menggunakan Automatic Roll Over, periksa kembali tingkat bunga yang berlaku ketika perpanjangan dilakukan.
Tenor 6 Bulan
Untuk ilustrasi 180 hari, bunga bersih sekitar Rp1,58 juta.
Jangan berasumsi tenor enam bulan otomatis memberikan bunga dua kali tenor tiga bulan karena bank dapat menetapkan tingkat bunga berbeda untuk setiap tenor.
Tenor 12 Bulan
Pada periode 365 hari dengan bunga 4% p.a., bunga bersihnya sekitar Rp3,2 juta.
Tenor yang lebih panjang memberikan kepastian penempatan dana lebih lama, tetapi juga membuat dana kurang fleksibel jika Anda membutuhkannya sebelum jatuh tempo.
Cara Menghitung Bunga Deposito 100 Juta

Cara paling aman memahami hasil deposito adalah memisahkan perhitungannya menjadi empat bagian:
pokok → bunga kotor → pajak → bunga bersih.
Hitung Bunga Kotor
Langkah pertama, hitung dulu bunga sebelum dipotong pajak (bunga kotor).
Rumusnya:
Pokok × Suku Bunga × (Tenor / 12)
Contoh:
Rp100.000.000 × 3% × 12/12 = Rp3.000.000
Ini adalah total bunga yang kamu dapat dalam setahun sebelum pajak.
Hitung Pajak Bunga
Setelah itu, baru dihitung pajaknya. Sesuai aturan, bunga deposito kena pajak final 20% dari bunga kotor.
Jadi:
20% × Rp3.000.000 = Rp600.000
Perlu diperhatikan, pajak tersebut dihitung dari bunga bruto, bukan dari Rp100 juta yang menjadi pokok deposito. Kalau mau tahu penjelasan lengkap soal pajaknya, kamu bisa baca penjelasan pajak bunga deposito 20%.
Hitung Bunga Bersih
Nah, ini yang benar-benar kamu terima.
Rumusnya:
Bunga Bersih = Bunga Kotor − Pajak
Tinggal dikurangi:
Rp3.000.000 – Rp600.000 = Rp2.400.000
Hitung Total Dana Akhir
Jika bunga dibayarkan pada akhir periode dan digabungkan kembali dengan pokok:
Rp100.000.000 + Rp2.400.000 = Rp102.400.000
Namun, mekanisme pembayaran bunga dapat berbeda antarproduk. Ada deposito yang membayarkan bunga secara berkala dan ada yang membayarkannya pada saat jatuh tempo.
Kalau kamu nggak mau repot hitung manual atau mau coba berbagai skenario bunga dan tenor, langsung aja cek: kalkulator deposito online.
Lebih praktis, tinggal masukin angka, hasilnya langsung keluar. Cocok banget buat bandingin sebelum kamu mutusin naruh dana.
Apakah Deposito 100 Juta Dijamin LPS?
Kabar baiknya, deposito Rp100 juta umumnya dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Tapi ada syarat yang harus kamu penuhi, yang dikenal dengan istilah 3T.
Syarat Penjaminan LPS (3T)
Deposito termasuk jenis simpanan yang dapat masuk dalam cakupan penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan sepanjang memenuhi ketentuan program penjaminan.
Menurut laman website resmi LPS, supaya dana kamu benar-benar aman, pastikan tiga hal ini terpenuhi:
- Tercatat → Simpanan kamu harus tercatat di pembukuan bank
- Tingkat bunga sesuai → Bunga yang kamu dapat tidak boleh melebihi batas bunga penjaminan LPS
- Tidak melanggar aturan → Kamu tidak terlibat tindakan yang merugikan bank (misalnya fraud atau kredit bermasalah)
Tingkat Bunga Penjaminan dapat berubah sehingga sebaiknya diperiksa langsung melalui LPS ketika akan membuka deposito.
Ini juga berarti mengejar bunga tertinggi tanpa mengecek ketentuan penjaminan bukan strategi yang sangat cemerlang.
Kalau salah satu dari tiga syarat ini tidak terpenuhi, maka simpanan kamu bisa tidak dijamin oleh LPS. Sebaliknya, kalau semua terpenuhi, deposito kamu termasuk aman karena dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.
Kesimpulan
Deposito 100 juta bisa kasih hasil sekitar Rp2–3 jutaan per tahun tergantung bunga bank. Setelah dipotong pajak 20%, hasil bersihnya tetap cukup stabil.
Kalau kamu cari instrumen yang minim risiko dan predictable, deposito masih jadi pilihan yang masuk akal. Tapi jangan cuma lihat bunga tinggi, perhatikan juga tenor, pajak, dan kebutuhan likuiditas kamu.
Kalau kamu mau cari tahu lebih banyak tentang deposito, investasi, dan tips pengelolaan keuangan lainnya, kamu bisa baca artikel lengkapnya di Deposito.co.id.(***)










