Banyak orang memilih deposito karena instrumen ini menawarkan bunga tetap dan risiko rendah. Produk ini cocok bagi mereka yang ingin menyimpan dana besar sambil tetap memperoleh keuntungan rutin.
Berikut cara kerja bunga deposito, faktor-faktor yang memengaruhi tingkat suku bunga, serta simulasi keuntungan dari dana Rp100 juta di beberapa bank besar pada tahun 2025.
Apa Itu Suku Bunga Deposito?

Deposito adalah simpanan berjangka dengan bunga tetap. Nasabah tidak bisa menarik dana sebelum jatuh tempo.
Suku bunga deposito berarti imbalan yang bank berikan kepada nasabah yang menyimpan dana dalam bentuk deposito.
Tingkat bunga deposito biasanya sedikit lebih rendah dari suku bunga acuan Bank Indonesia, meskipun beberapa bank berani memberikan bunga lebih tinggi untuk menarik nasabah.
Jika dibandingkan tabungan biasa, bunga deposito lebih tinggi sehingga banyak orang menggunakannya untuk mengembangkan dana dengan cara yang aman.
Faktor yang Mempengaruhi Suku Bunga Deposito
1. Inflasi
Ketika inflasi naik, bank harus meningkatkan bunga deposito agar nilai simpanan nasabah tidak tergerus. Misalnya, inflasi 5% mendorong bank menawarkan bunga lebih dari 5% supaya nasabah tetap menyimpan dananya.
2. Suku Bunga BI Rate
Bank Indonesia menetapkan BI Rate sebagai acuan. Jika BI Rate naik 0,25%, bank biasanya ikut menaikkan bunga deposito. Sebaliknya, jika BI Rate turun, bunga deposito ikut menurun.
3. Pertumbuhan Ekonomi
Saat ekonomi tumbuh pesat, permintaan kredit meningkat. Kondisi ini membuat bank menaikkan bunga deposito agar dapat mengumpulkan lebih banyak dana. Jika ekonomi melambat, bank menurunkan bunga deposito untuk mendorong konsumsi dan investasi.
Selain tiga faktor tadi, jumlah simpanan dan jangka waktu juga memengaruhi tingkat bunga. Semakin besar dana atau semakin panjang tenor, bank bisa menawarkan bunga lebih menarik.
Suku Bunga Deposito Bank 2025
BRI: Nominal > Rp2 miliar
- 1 Bulan: 3,35%
- 3 Bulan: 3,50%
- 6 Bulan: 3,00%
- 12 Bulan: 3,00%
Mandiri: Nominal ≥ Rp5 miliar
- 1 Bulan: 2,25%
- 3 Bulan: 2,25%
- 6 Bulan: 2,50%
- 12 Bulan: 2,50%
BNI: Nominal ≥ Rp5 miliar s.d. < Rp50 miliar
- 1 Bulan: 2,25%
- 3 Bulan: 2,50%
- 6 Bulan: 2,75%
- 12 Bulan: 3,00%
Walaupun data berlaku untuk nominal miliaran rupiah, kita bisa memakai bunga tersebut untuk menghitung estimasi keuntungan dana Rp100 juta.
Simulasi Keuntungan Deposito Rp100 Juta
Rumus perhitungan:
Keuntungan = (Nominal x Suku Bunga Tahunan) / 12
Bank & Tenor | Suku Bunga | Keuntungan per Bulan (Rp) |
---|---|---|
BRI 1 Bulan | 3,35% | Rp279.166 |
BRI 3 Bulan | 3,50% | Rp291.666 |
BRI 6 Bulan | 3,00% | Rp250.000 |
BRI 12 Bulan | 3,00% | Rp250.000 |
Mandiri 1 Bulan | 2,25% | Rp187.500 |
Mandiri 3 Bulan | 2,25% | Rp187.500 |
Mandiri 6 Bulan | 2,50% | Rp208.333 |
Mandiri 12 Bulan | 2,50% | Rp208.333 |
BNI 1 Bulan | 2,25% | Rp187.500 |
BNI 3 Bulan | 2,50% | Rp208.333 |
BNI 6 Bulan | 2,75% | Rp229.166 |
BNI 12 Bulan | 3,00% | Rp250.000 |
Hasil simulasi menunjukkan bahwa dana Rp100 juta bisa memberikan keuntungan bulanan antara Rp187 ribu hingga Rp291 ribu, tergantung bank dan tenor.
Analisis Keuntungan Deposito Rp100 Juta
BRI menawarkan bunga tertinggi pada tenor 3 bulan, yaitu 3,50%, sehingga dana Rp100 juta bisa menghasilkan Rp291 ribu per bulan.
Mandiri dan BNI pada tenor 1 bulan hanya memberi Rp187 ribu per bulan karena bunga 2,25%.
Jika memilih tenor 12 bulan di BNI dengan bunga 3,00%, Anda bisa memperoleh Rp250 ribu per bulan.
Perbedaan bunga memang terlihat kecil, namun pengaruhnya cukup signifikan terhadap hasil bulanan.
Investasi deposito Rp100 juta pada 2025 menghasilkan keuntungan bulanan antara Rp187 ribu hingga Rp291 ribu. BRI memberikan bunga tertinggi, sementara Mandiri menawarkan bunga lebih rendah.
Deposito cocok bagi investor yang mengutamakan keamanan dan stabilitas. Jika Anda ingin imbal hasil lebih besar, pertimbangkan diversifikasi ke instrumen lain, namun untuk dana aman, deposito tetap bisa menjadi pilihan yang andal.

Berpengalaman lebih dari 7 tahun sebagai jurnalis dan SEO Content Writer di industri media digital. Keahlian mencakup penulisan media berita hingga brand komersial, dengan komitmen kuat pada akurasi, etika jurnalistik, dan pemanfaatan tren digital terkini.