Uang sudah siap ditaruh di deposito, tapi kamu yakin sudah paham semua aturan mainnya?
Banyak orang membuka deposito hanya dengan melihat besaran bagi hasil. Padahal ada beberapa hal kecil yang sering terlewat, seperti pilihan ARO, rekening sumber, sampai biaya kalau dana dicairkan sebelum jatuh tempo. Hal-hal ini baru terasa penting saat kamu butuh uangnya mendadak.
Di artikel ini kita bahas deposito BSI syariah mulai dari syarat, cara memilih tenor dan ARO, biaya, sampai risikonya. Semua informasinya diambil dari halaman resmi produk BSI Deposito Rupiah.
Apa Syarat Membuka Deposito BSI Syariah?

Deposito BSI adalah simpanan berjangka yang dikelola dengan akad mudharabah. Artinya kamu sebagai pemilik dana memberi kepercayaan kepada bank untuk mengelola uangmu. Keuntungannya kemudian dibagi sesuai nisbah atau porsi bagi hasil yang disepakati di awal.
Produk ini bisa dibuka oleh nasabah perorangan maupun non-perorangan seperti badan usaha. Setoran awalnya minimal Rp2.000.000, jadi cukup terjangkau untuk kamu yang baru mulai menabung di deposito.
Dokumen dan Rekening yang Perlu Disiapkan
Untuk nasabah perorangan, siapkan KTP atau paspor, KITAS, atau KIMS bagi warga negara asing. Jangan lupa bawa juga NPWP. Kalau kamu membuka atas nama badan usaha, dokumennya meliputi akta pendirian, Nomor Induk Berusaha (NIB), izin lokasi, dan NPWP perusahaan.
Setelah itu kamu akan diminta mengisi formulir pembukaan rekening deposito. Satu hal yang sering terlupa, kamu wajib punya rekening relasi berupa tabungan atau giro BSI dengan mata uang yang sama. Rekening ini dipakai sebagai sumber dana sekaligus tempat masuknya bagi hasil setiap bulan.
Di halaman produknya, layanan Byond by BSI dan BSI Net Banking disebut untuk inquiry atau cek informasi deposito. Jadi sebelum datang, sebaiknya konfirmasi dulu cara pembukaan yang berlaku ke kantor cabang atau BSI Call 14040.
Bagaimana Memilih Tenor dan Jenis ARO?

BSI menyediakan pilihan tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan. Pilih tenor sesuai kapan kamu kira-kira butuh dananya. Kalau dana ini disiapkan untuk biaya sekolah enam bulan lagi, misalnya, tenor 6 bulan lebih masuk akal dibanding 12 bulan.
Perhatikan juga nisbah bagi hasilnya. Semakin besar nominal dan semakin panjang tenor, porsi untuk nasabah cenderung lebih besar. Contohnya untuk dana di bawah Rp1 miliar dengan tenor 1 bulan, nisbahnya 25 persen untuk nasabah dan 75 persen untuk bank.
Sementara untuk dana Rp5 miliar ke atas, porsi nasabah naik menjadi 29 persen. Kalau kamu ingin gambaran hasil untuk nominal tertentu, kamu bisa cek bunga deposito BSI 100 juta terbaru sebagai perbandingan.
Perbedaan ARO Pokok, ARO Pokok plus Bagi Hasil, dan Non-ARO
ARO atau automatic roll over adalah fitur perpanjangan otomatis saat deposito jatuh tempo. Ada tiga pilihan yang bisa kamu ambil.
| Jenis | Yang Terjadi Saat Jatuh Tempo | Cocok untuk |
|---|---|---|
| ARO Pokok | Pokok diperpanjang otomatis, bagi hasil tetap masuk ke rekening relasi | Kamu yang ingin menikmati bagi hasil rutin setiap bulan |
| ARO Pokok + Bagi Hasil | Pokok dan bagi hasil digabung lalu diperpanjang bersama | Kamu yang ingin dana tumbuh lebih besar dalam jangka panjang |
| Non-ARO | Deposito tidak diperpanjang dan dana kembali ke rekening relasi | Kamu yang sudah tahu kapan dana akan dipakai |
Kalau kamu ragu, ARO pokok biasanya jadi pilihan yang paling fleksibel. Dana pokok tetap aman di deposito, sementara bagi hasilnya bisa kamu pakai atau tabung terpisah.
Berapa Biaya Deposito BSI dan Pencairan Dini?

Kabar baiknya, deposito BSI tidak dikenai biaya administrasi bulanan. Saat pembukaan, biasanya ada biaya meterai sebesar Rp10.000.
Kalau kamu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, ada biaya penalti sebesar Rp25.000. Biaya penggantian bilyet yang hilang atau rusak juga Rp10.000, jadi simpan bilyetmu baik-baik.
Jangan lupa soal pajak. Bagi hasil deposito dikenai pajak penghasilan sebesar 20 persen. Menurut halaman produk BSI, pajak ini berlaku kalau total saldo nasabah lebih dari Rp7,5 juta. Jadi hasil yang benar-benar kamu terima adalah bagi hasil setelah dipotong pajak.
Kalau kamu sedang membandingkan beberapa bank sebelum memutuskan, artikel tentang suku bunga BSI dan Danamon bisa membantumu melihat perbedaannya.
Apa Konsekuensi Pencairan Sebelum Jatuh Tempo?

Selain penalti Rp25.000, ada konsekuensi lain yang lebih terasa. Bagi hasil yang sudah berjalan tapi belum dibayarkan tidak akan kamu terima kalau deposito dicairkan sebelum waktunya. Jadi semakin dekat ke tanggal jatuh tempo, semakin besar potensi bagi hasil yang hilang.
Proses pencairan atau penutupan juga harus dilakukan di kantor cabang tempat kamu membuka deposito. Hal ini penting diingat kalau kamu sering berpindah kota. Pilih cabang yang paling mudah kamu jangkau saat membuka rekening.
Ada juga beberapa risiko lain yang perlu kamu tahu. BSI adalah peserta LPS, tapi simpanan yang dijamin maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank.
Dana di atas batas itu tidak termasuk penjaminan. Selain itu jaga bilyet asli dengan baik karena ada risiko disalahgunakan pihak lain kalau sampai jatuh ke tangan yang salah.
Di halaman produknya, BSI juga menyebut deposito bisa dijadikan jaminan pembiayaan. Jadi kalau kamu butuh dana tapi tidak ingin kehilangan bagi hasil, tanyakan dulu opsi ini ke petugas bank. Pastikan kamu paham syarat dan biaya pembiayaannya sebelum memutuskan.
Kalau tujuanmu dana darurat, sebaiknya jangan taruh semuanya di deposito. Simpan sebagian di tabungan supaya kamu tidak perlu mencairkan deposito lebih awal saat ada kebutuhan mendadak.
Kesimpulan
Deposito BSI syariah bisa jadi pilihan menyimpan dana dengan akad mudharabah dan setoran awal mulai Rp2 juta. Sebelum membuka, siapkan KTP, NPWP, dan rekening relasi BSI, lalu pilih tenor sesuai kebutuhan dana.
Tentukan juga jenis ARO yang paling cocok dan pahami biaya penalti serta hilangnya bagi hasil kalau dicairkan lebih awal. Karena ketentuan bisa berubah, selalu konfirmasi ulang ke cabang atau BSI Call sebelum menaruh dana.
Ingin tahu lebih banyak soal perbandingan deposito dan tips menyimpan dana dengan aman? Yuk, baca artikel lainnya di deposito.co.id. Karena simpanan yang tepat dimulai dari informasi yang lengkap.(***)











