Cara daftar NPWP online 2026 kini dilakukan melalui sistem Coretax di coretaxdjp.pajak.go.id. Prosesnya cukup 10-15 menit dengan menyiapkan e-KTP, Kartu Keluarga, email aktif, dan nomor HP untuk verifikasi OTP.
Sejak Januari 2025, NIK terintegrasi langsung sebagai NPWP 16 digit untuk WNI. Artinya, Deponesia yang belum punya NPWP tinggal mengaktivasi NIK melalui Coretax tidak perlu datang ke kantor pajak dan seluruh prosesnya gratis.
Apa Itu Coretax dan Kenapa Daftar NPWP Harus Lewat Sini?
Coretax adalah sistem administrasi perpajakan digital resmi dari Direktorat Jenderal Pajak yang mulai beroperasi penuh sejak 1 Januari 2025. Platform ini menggantikan sistem lama (e-Registration) dan menyatukan berbagai layanan pajak dalam satu pintu mulai dari daftar NPWP, lapor SPT, hingga bayar pajak.
Kenapa harus lewat Coretax? Karena sistem lama sudah tidak digunakan untuk pendaftaran baru. Kebijakan ini didasarkan pada PMK Nomor 81 Tahun 2024 yang mengintegrasikan NIK sebagai NPWP.
Kabar baiknya, Coretax bisa diakses 24 jam dari mana saja lewat laptop maupun HP. Jadi tidak ada lagi cerita harus antre pagi-pagi di kantor pajak.
Baca Juga: 7 Tips Cara Mengatur Keuangan untuk Freelancer di 2025
Syarat dan Dokumen untuk Daftar NPWP Online 2026
Sebelum mulai, pastikan Deponesia sudah menyiapkan dokumen berikut. Untuk WNI, yang dibutuhkan adalah e-KTP yang masih berlaku, Kartu Keluarga terbaru, email aktif, dan nomor HP untuk menerima kode OTP.
Satu hal penting yang sering terlewat: pastikan data di KTP dan KK sudah sinkron dengan database Dukcapil. Kalau ada ketidaksesuaian misalnya alamat berbeda atau nama tidak persis sama proses validasi akan gagal.
Untuk WNA, dokumen yang diperlukan sedikit berbeda: paspor yang masih berlaku, KITAS atau KITAP, serta surat keterangan tempat tinggal. Email dan nomor HP aktif tetap wajib untuk verifikasi.
Perbedaan Daftar NPWP Baru vs Aktivasi Akun Coretax
Ini penting banget dan sering bikin bingung. Kalau Deponesia belum pernah punya NPWP sama sekali, pilih menu “Daftar di sini” lalu ikuti proses Pendaftaran dengan Aktivasi NIK.
Tapi kalau sudah punya NPWP sebelum 2025 meski sudah lama tidak dipakai jangan pilih menu daftar! Langsung masuk ke menu “Aktivasi Akun Wajib Pajak” saja.
Kesalahan memilih menu ini bisa bikin muncul notifikasi error “NIK sudah terdaftar”. Kalau sudah terlanjur, tidak perlu panik cukup kembali ke halaman awal dan pilih menu yang benar.
Baca Juga: 10 Tips Legal Menghemat Pajak Karyawan: Tax Planning 2025
Cara Daftar NPWP Online 2026 Step-by-Step via Coretax

1. Akses Portal Coretax
Buka browser di laptop atau HP disarankan pakai Chrome atau Firefox versi terbaru. Kunjungi coretaxdjp.pajak.go.id, lalu klik tombol “Daftar di sini” pada halaman login.
2. Pilih Jenis Wajib Pajak
Pilih “Perorangan” untuk pendaftaran NPWP pribadi. Sistem akan bertanya apakah Deponesia memiliki NIK pilih “Ya” kalau punya e-KTP.
3. Pilih Jenis Pendaftaran
Di tahap ini akan muncul dua opsi. Pilih “Pendaftaran dengan Aktivasi NIK” agar NIK langsung berfungsi sebagai NPWP 16 digit.
Opsi “Hanya Registrasi” biasanya untuk kasus khusus misalnya istri yang pajaknya digabung dengan suami tapi butuh akses ke Coretax untuk keperluan administrasi.
4. Isi Data Identitas Wajib Pajak
Masukkan NIK (16 digit), nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan, nama ibu kandung, serta nomor Kartu Keluarga. Isi persis seperti yang tertera di KTP dan KK jangan ada singkatan atau typo sedikitpun.
5. Verifikasi Kontak
Masukkan email aktif dan nomor HP, lalu klik “Verify”. Sistem akan mengirim kode OTP ke email dan SMS secara bersamaan.
Masukkan kedua kode OTP pada kolom yang tersedia. Kalau dalam beberapa menit belum masuk, cek folder spam atau coba kirim ulang.
6. Isi Data Pihak Terkait
Tahap ini opsional Deponesia bisa menambahkan data pasangan, anak, atau orang tua jika diperlukan. Kalau tidak relevan, langsung klik “Next” untuk lanjut ke tahap berikutnya.
7. Isi Data Ekonomi
Pilih metode pembukuan yang sesuai: berbasis kas, akrual, atau pencatatan sederhana. Untuk karyawan biasa, pencatatan sederhana sudah cukup.
Selanjutnya pilih Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) sesuai pekerjaan dan isi sumber penghasilan apakah karyawan, freelancer, wirausaha, atau lainnya.
8. Isi Data Alamat
Bagian ini yang paling sering bikin gagal, jadi perhatikan baik-baik. Pilih jenis alamat (domisili atau alamat KTP), lalu isi lengkap: nama jalan, RT/RW, kelurahan, kecamatan, kota, dan kode pos.
Jangan lupa pilih titik lokasi di peta sesuai alamat KTP. Kalau alamat domisili sama dengan KTP, bisa pilih opsi “Salin dari domisili” untuk mempermudah.
9. Unggah Foto Diri
Ambil foto langsung dari kamera atau unggah file yang sudah ada. Pastikan wajah terlihat jelas dengan pencahayaan cukup sistem akan mencocokkan dengan foto di database Dukcapil.
10. Kirim Pengajuan
Centang pernyataan bahwa data yang diisi sudah benar dan lengkap. Klik “Submit Application” dan tunggu notifikasi keberhasilan muncul di layar.
Berapa Lama NPWP Online Jadi?
Kalau semua data valid dan tidak ada kendala teknis, NPWP bisa langsung jadi dalam hitungan menit. Paling lama estimasinya 1×24 jam.
NPWP elektronik dalam format PDF akan dikirim ke email yang didaftarkan. Kalau belum masuk juga, coba cek folder spam atau login ke dashboard Coretax untuk melihat statusnya.
NPWP yang sudah terbit langsung aktif dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan administrasi dari melamar kerja sampai mengajukan kredit.
Baca Juga: Baru Mulai Bisnis? Ini 5 Strategi Keuangan yang Wajib Diketahui
Solusi Kendala Umum Saat Daftar NPWP di Coretax

Error “Gagal Validasi Pihak Ketiga” — Ini terjadi karena data alamat tidak sesuai dengan database Dukcapil. Solusinya, tulis alamat persis seperti di KTP/KK tanpa singkatan. Kalau tetap gagal, hubungi Dukcapil untuk sinkronisasi data.
NIK Sudah Terdaftar — Artinya NIK pernah dipadankan sebelumnya atau sudah didaftarkan sebagai anggota keluarga. Tidak perlu daftar ulang—langsung pilih menu “Aktivasi Akun Wajib Pajak” saja.
Validasi Foto Wajah Gagal — Biasanya karena foto tidak mirip dengan foto e-KTP atau pencahayaan kurang. Ambil foto di tempat terang dengan wajah menghadap kamera secara jelas.
Kode OTP Tidak Masuk — Periksa folder spam, pastikan email dan nomor HP benar, lalu coba kirim ulang OTP. Kadang jaringan sibuk juga bisa bikin delay.
Sistem Error atau Loading Terus — Coba clear cache dan cookies browser, gunakan incognito mode, atau akses di luar jam sibuk seperti pagi atau malam hari. Kalau masih bermasalah, hubungi Kring Pajak 1500200.
Penutup
Daftar NPWP online 2026 via Coretax memang lebih praktis dibanding cara lama. Prosesnya bisa selesai dalam hitungan menit selama dokumen lengkap dan data sesuai dengan database Dukcapil.
Kalau mengalami kendala teknis, jangan panik coba solusi yang sudah dibahas atau langsung hubungi Kring Pajak 1500200. Deponesia juga bisa datang ke KPP terdekat kalau butuh bantuan langsung.
Yang penting, jangan tunda-tunda. NPWP bukan cuma kewajiban, tapi juga membuka akses ke berbagai layanan keuangan yang mungkin Deponesia butuhkan di masa depan.

Seorang Mahasiswa S2 Magister Manajemen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Tertarik pada investasi seperti saham, deposito dan Instrumen lainnya.
Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau rekomendasi produk tertentu. Keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca. Konsultasikan dengan ahli keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi. Data dan informasi dapat berubah sewaktu-waktu.






