Kredit perbankan September 2026 tumbuh 13,26% secara tahunan, menurut data yang diumumkan OJK pada Kamis, 5 November 2026. Total pinjaman bank mencapai Rp9.245 triliun, sedikit melambat dari 13,65% pada Agustus. Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) hanya naik 8,22%, dan deposito 3,78%.
Semua angka itu tercantum dalam siaran pers OJK SP 219/OJK/DKPU/XI/2026. Rilis ini memuat hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan 28 Oktober 2026 dengan data posisi akhir September.
Kredit Naik Lebih Cepat dari Simpanan
Perlambatan kredit sebenarnya tipis, kurang dari setengah poin persentase. Yang lebih mencolok justru sisi dana.
Menurut data OJK yang sama, pertumbuhan DPK turun dari 10,94% pada Agustus ke 8,22% pada September 2026.
| Indikator bank | Agustus 2026 | September 2026 |
|---|---|---|
| Kredit (yoy) | 13,65% | 13,26% |
| DPK (yoy) | 10,94% | 8,22% |
| NPL gross | 2,11% | 2,07% |
| CAR | 24,10% | 24,30% |
Posisi DPK September 2026 tercatat Rp10.492 triliun menurut OJK. Hitungan sederhana kami (simulasi, bukan rasio resmi OJK): Rp9.245 triliun dibagi Rp10.492 triliun setara sekitar 88%.
Artinya, sebagian besar dana masyarakat di bank sudah berputar sebagai pinjaman.
Deposito Paling Lambat di Antara Jenis Simpanan
Rincian OJK per September 2026: giro tumbuh 12,64%, tabungan 9,08%, dan deposito hanya 3,78% secara tahunan.

Bagi penabung, ini sinyal yang patut dipantau. Namun, data OJK tidak menyebut kaitan langsung dengan bunga deposito, jadi jangan buru-buru menyimpulkan bunga akan naik.
Siapa yang Paling Banyak Meminjam
Mesin pertumbuhan kredit masih korporasi. OJK mencatat kredit investasi naik 23,20% dan kredit korporasi 21,31% per September 2026.
Kredit modal kerja tumbuh 11,89%, sementara kredit bank BUMN naik 14,78% menurut rilis yang sama.

UMKM dan Kredit Konsumsi Tertinggal
Di ujung lain, kredit UMKM hanya tumbuh 2,68%, sedikit membaik dari 2,32% pada Agustus. Kredit konsumsi, yang mencakup KPR dan kredit kendaraan, naik 4,86% menurut rilis OJK 5 November 2026.
Jadi kalau pengajuan KTA atau kredit usaha kecilmu terasa tidak semudah judul beritanya, angka ini menjelaskan sebagian alasannya. Pertumbuhan dua digit itu terkonsentrasi di pinjaman perusahaan besar.
Pinjaman di Luar Bank Ikut Disorot
Siaran pers OJK yang sama mencatat pinjaman daring (pindar) per September 2026 mencapai Rp106,48 triliun, tumbuh 17,02% secara tahunan.
Menurut OJK, rasio kredit macet di atas 90 hari (TWP90) pindar naik ke 5,36% dari 4,73% pada Agustus 2026. OJK juga mencatat baki debet buy now pay later di SLIK sebesar Rp31,50 triliun dari 34,5 juta rekening.
Kualitas Kredit Bank Masih Terjaga
Risiko kredit bank justru sedikit membaik. Data OJK September 2026 menunjukkan NPL gross 2,07%, NPL net 0,82%, dan loan at risk 8,50%.
Permodalan bank (CAR) naik ke 24,30%, sedangkan rasio alat likuid terhadap DPK berada di 24,1% menurut OJK.
Rasio cakupan likuiditas (LCR) tercatat 181,91% dan ROA 2,43% pada September 2026, keduanya dari rilis OJK yang sama. Batas minimum alat likuid terhadap DPK yang dipakai OJK adalah 10%, jadi bantalan likuiditas bank masih jauh di atasnya.
Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia menambah ruang likuiditas bank. Dalam siaran pers RDG 20–21 Oktober 2026, Bank Indonesia menahan BI-Rate di 5,75%.
BI juga menurunkan giro wajib minimum (GWM) bank umum konvensional dari 9% ke 8% mulai 1 November 2026, lalu ke 7% pada 1 Desember 2026. Ulasan dampaknya ke penabung ada di artikel BI-Rate Oktober 2026 dan bunga deposito.
Yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang
Calon debitur sebaiknya merapikan riwayat pinjaman lebih dulu. Bank menilai catatan di SLIK, dan tanda-tandanya bisa kamu cek lewat ulasan ciri SLIK OJK bermasalah.
Penabung yang menimbang deposito bisa membandingkan hasil bersih tiap tenor dengan Kalkulator Deposito sebelum menempatkan dana.
Angka yang Perlu Dicek Bulan Depan
- Apakah pertumbuhan DPK, khususnya deposito, membaik setelah GWM dilonggarkan per 1 November 2026.
- Apakah kredit UMKM keluar dari kisaran 2–3%.
- Arah BI-Rate pada RDG BI 17–18 November 2026, sesuai kalender Bank Indonesia.
Data kredit Oktober 2026 kemungkinan muncul di rilis RDK Bulanan OJK berikutnya, sekitar awal Desember.
Referensi Artikel:









