Bunga deposito BPR tertinggi yang berlaku saat ini dan masih dijamin penuh oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah 6,25% per tahun (berlaku hingga 30 September 2026). Angka ini jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan deposito bank umum yang rata-rata hanya berada di kisaran 4,25%.
Untuk bisa menikmati tingkat bunga maksimal tersebut, kamu hanya perlu mempersiapkan dana awal yang terjangkau—mulai dari Rp1 juta—tergantung pada kebijakan BPR yang kamu pilih. Selama BPR tersebut merupakan peserta penjaminan LPS dan rate yang disepakati tidak melampaui batas 6,25%, investasi kamu 100% aman dari risiko gagal bayar.
Berikut adalah daftar BPR pilihan dengan penawaran suku bunga tertinggi beserta simulasi keuntungan bersihnya.
Daftar BPR dengan Bunga Deposito Tertinggi

Di tahun 2026, masih ada beberapa BPR yang berani kasih bunga cukup tinggi, bahkan mendekati batas maksimal yang dijamin. Menurut laman resmi LPS, rata-rata bunga deposito BPR sekarang ada di kisaran 6,25% per tahun.
Biasanya, angka paling tinggi ini nggak datang tanpa syarat. Ada beberapa hal yang biasanya jadi penentu, seperti:
- Kamu pilih tenor yang lebih lama (sekitar 3–12 bulan)
- Nominal dana yang ditempatkan cukup besar (misalnya mulai Rp10 juta atau Rp50 juta)
- Dana yang kamu simpan termasuk penempatan baru
Lalu, kenapa sih bunga di BPR bisa lebih tinggi dibanding bank umum?
Sederhananya, karena cara mereka jalanin bisnis beda. BPR lebih banyak fokus ke pembiayaan UMKM dan bisnis lokal. Jadi, untuk menarik dana dari nasabah, mereka kasih imbal hasil yang lebih menarik.
Tapi jangan langsung tergiur angka besar. Tetap pastikan bunga yang ditawarkan masih dalam batas wajar supaya simpanan kamu tetap aman dan dijamin oleh LPS.
Simulasi Keuntungan Deposito BPR

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting: sebenarnya berapa sih uang yang kamu terima? Misalnya kamu menempatkan dana dengan rincian:
- Nominal: Rp100.000.000
- Bunga: 6,25% per tahun
- Tenor: 12 bulan
Dari angka tersebut, bunga kotor yang kamu dapat dalam setahun adalah Rp6.250.000. Tapi perlu diingat, bunga deposito dikenakan pajak 20%, jadi jumlah itu akan dipotong Rp1.250.000.
Setelah dipotong pajak, hasil bersih yang benar-benar kamu terima sekitar Rp5.000.000 per tahun. Kalau dihitung per bulan, kira-kira kamu bisa dapat sekitar Rp416.000.
Nah, dari sini kelihatan kalau angka bunga besar itu tetap perlu dihitung ulang supaya kamu tahu hasil realnya, bukan cuma angka di atas kertas.
Kalau kamu mau hitung lebih cepat dan nggak ribet, kamu bisa pakai kalkulator deposito untuk simulasi keuntungan agar hasilnya langsung kelihatan secara otomatis.
Bandingkan dengan deposito bank umum

Sekarang kita bandingkan dengan deposito di bank umum. Misalnya bunganya sekitar 3,75% sesuai acuan LPS, dengan nominal yang sama:
- Bunga kotor: Rp4.000.000
- Pajak: Rp800.000
- Bunga bersih: Rp3.200.000 per tahun
Kalau dilihat dari hasil akhirnya, deposito BPR bisa kasih tambahan sekitar Rp1.800.000 per tahun dibanding bank umum. Selisih ini lumayan banget, apalagi kalau dana yang kamu simpan lebih besar atau jangka waktunya lebih panjang.
3 Syarat Utama Membuka Deposito BPR Secara Online

Sekarang kamu nggak perlu lagi datang ke kantor BPR buat buka deposito. Banyak BPR sudah menyediakan layanan online yang jauh lebih praktis. Tapi tetap ada beberapa syarat dasar yang perlu kamu siapkan sebelum mulai.
1. Data identitas lengkap
Biasanya kamu hanya perlu menyiapkan KTP sebagai syarat utama. NPWP juga sering diminta, tapi sifatnya opsional dan lebih ke tambahan saja.
Selain itu, kamu juga perlu punya rekening bank aktif untuk proses transfer dana dan pencairan hasil deposito nanti. Prosesnya mirip seperti buka rekening digital, cukup upload data lalu verifikasi.
2. Nominal minimal penempatan
Setiap BPR punya ketentuan berbeda, tapi umumnya kamu perlu menyiapkan dana awal mulai dari Rp5 juta sampai Rp10 juta. Semakin besar dana yang kamu tempatkan, biasanya pilihan bunga dan fleksibilitas produknya juga akan lebih banyak.
3. Pilih tenor dan skema bunga
Di tahap ini kamu akan diminta memilih jangka waktu deposito, mulai dari 1, 3, 6, sampai 12 bulan. Selain itu, kamu juga bisa menentukan skema pencairan bunga, apakah ingin dibayar setiap bulan atau langsung di akhir tenor.
Kalau kamu butuh pemasukan rutin, bunga bulanan bisa jadi pilihan. Tapi kalau tujuanmu memaksimalkan hasil, biasanya bunga di akhir tenor akan lebih optimal.
Jadi, Deposito BPR Layak Dipilih?

Deposito BPR bisa jadi pilihan yang cukup menarik, terutama kalau kamu mencari instrumen yang tetap aman tapi punya potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding deposito bank umum.
Produk ini cocok buat kamu yang ingin mendapatkan return lebih optimal tanpa harus terjun ke investasi berisiko tinggi seperti saham, serta punya dana nganggur yang ingin tetap produktif.
Tapi sebelum memutuskan, kamu tetap perlu berhati-hati dengan beberapa hal penting, seperti memastikan bunga yang ditawarkan masih dalam batas wajar dan dijamin oleh LPS, memilih BPR yang sudah terdaftar dan diawasi resmi, serta tidak menaruh seluruh dana hanya di satu tempat agar risiko tetap terjaga.
Kesimpulan
Deposito BPR bisa jadi opsi menarik kalau kamu ingin hasil lebih optimal tanpa keluar dari zona aman. Dengan bunga hingga 6,25%, selisih keuntungannya cukup terasa dibanding bank umum.
Kuncinya ada di perhitungan. Jangan cuma lihat angka bunga, tapi pahami hasil bersih yang benar-benar kamu terima.
Kalau kamu masih bingung bandingin produk atau mau lihat opsi deposito lainnya, kamu bisa cek langsung di deposito.co.id untuk dapat gambaran yang lebih lengkap dan up-to-date sebelum ambil keputusan.(****)










