Deposito.co.id
  • Keuangan
  • Investasi
  • Deposito
  • Layanan
  • Perbankan
  • Kalkulator Deposito
No Result
View All Result
Deposito.co.id
  • Keuangan
  • Investasi
  • Deposito
  • Layanan
  • Perbankan
  • Kalkulator Deposito
No Result
View All Result
Deposito.co.id
No Result
View All Result

Cara Menghitung Keuntungan Reksadana, Ini Rumusnya

Sindy Rosa by Sindy Rosa
18/08/2026
in Keuangan
Reading Time: 4 mins read
A A
Cara Menghitung Keuntungan Reksadana (Foto: unsplash/Jakub Żerdzicki)

Cara Menghitung Keuntungan Reksadana (Foto: unsplash/Jakub Żerdzicki)

Share on FacebookShare on Twitter

Menghitung keuntungan reksadana sebenarnya nggak sesulit yang kamu bayangkan. Banyak investor pemula sering bingung saat melihat angka naik turun di aplikasi investasi. Padahal, semua perubahan itu berasal dari pergerakan nilai harian reksadana.

Kalau kamu paham cara kerjanya, kamu bisa membaca performa investasi dengan lebih percaya diri. Selain itu, kamu juga jadi lebih mudah menentukan apakah strategi yang kamu pakai sudah tepat atau belum.

Memahami cara menghitung return juga penting supaya kamu nggak salah mengambil keputusan. Nah, di artikel ini kamu bakal belajar cara menghitung keuntungan reksadana dengan simpel lengkap dengan contoh nyata.

Pahami NAB dan Unit Penyertaan

Foto: blog.bibit.id

Sebelum masuk ke perhitungan, kamu wajib kenal dua istilah penting ini:

  1. NAB (Nilai Aktiva Bersih) per Unit adalah harga satu unit reksadana. Nilainya bisa naik atau turun setiap hari tergantung kondisi pasar.
  2. Unit Penyertaan (UP) adalah jumlah unit yang kamu miliki dari hasil investasi. Semakin banyak unit, semakin besar potensi keuntungan.

Contohnya, kalau kamu invest Rp1 juta di NAB Rp1.000, kamu akan dapat 1.000 unit. Nilai investasimu akan berubah mengikuti NAB.

Cara Menghitung Keuntungan Reksadana

Foto: unsplash/Sasun Bughdaryan

Rumus Dasar

Sebenarnya, cara menghitung keuntungan reksadana itu cukup simpel. Kamu hanya perlu memahami dua komponen utama, yaitu perubahan NAB dan jumlah unit yang kamu miliki.

Berikut rumus yang bisa kamu gunakan:

Keuntungan (Rp)
(NAB Akhir – NAB Awal) × Jumlah Unit Penyertaan

Rumus ini dipakai untuk mengetahui berapa keuntungan yang kamu dapat dalam bentuk rupiah.

Return (%)
((NAB Akhir – NAB Awal) ÷ NAB Awal) × 100%

Kalau yang ini digunakan untuk melihat persentase keuntungan. Biasanya, angka ini lebih sering dipakai untuk membandingkan performa investasi.

Contoh Lump Sum (Sekali Invest)

Supaya lebih mudah dipahami, kita pakai contoh sederhana.

Misalnya kamu melakukan investasi sekali (lump sum) sebesar Rp10.000.000 saat harga NAB per unit berada di Rp1.000. Dari pembelian tersebut, kamu akan mendapatkan:

Rp10.000.000 ÷ Rp1.000 = 10.000 unit penyertaan

Artinya, kamu sekarang punya 10.000 unit reksadana.

Setelah satu tahun, ternyata performa reksadana cukup bagus dan NAB naik menjadi Rp1.060 per unit.

Sekarang kita hitung hasil investasimu:

  • Nilai investasi saat ini:
    10.000 unit × Rp1.060 = Rp10.600.000
  • Keuntungan yang didapat:
    Rp10.600.000 – Rp10.000.000 = Rp600.000
  • Return (persentase):
    ((1.060 – 1.000) ÷ 1.000) × 100% = 6%

Dari contoh ini, kamu bisa melihat bahwa keuntungan reksadana berasal dari kenaikan nilai NAB, bukan dari bunga tetap seperti tabungan atau deposito.

Jadi, semakin tinggi kenaikan NAB, semakin besar juga potensi keuntungan yang bisa kamu dapatkan. Sebaliknya, kalau NAB turun, nilai investasimu juga bisa ikut turun. Itulah kenapa penting untuk selalu memantau performa reksadana secara berkala.

Simulasi Investasi Rutin (DCA)

Foto: blog.bibit.id

Kalau kamu investasi tiap bulan, perhitungannya sedikit berbeda. Kamu harus menjumlahkan semua unit yang kamu beli di harga berbeda.

Contoh 3 Bulan

  • Bulan 1: Rp1 juta di NAB Rp1.000 → 1.000 unit
  • Bulan 2: Rp1 juta di NAB Rp1.050 → 952,38 unit
  • Bulan 3: Rp1 juta di NAB Rp1.020 → 980,39 unit

Total unit: 2.932,77
Total modal: Rp3 juta

Kalau NAB naik ke Rp1.100:

  • Nilai akhir: Rp3.226.047
  • Keuntungan: Rp226.047

Metode ini disebut Dollar Cost Averaging (DCA) dan sangat cocok buat kamu yang ingin investasi rutin dan lebih stabil.

Perbedaan Return Tiap Jenis Reksadana

Foto: ajaib.co.id

Walaupun cara menghitung keuntungan reksadana itu sama, hasil akhirnya bisa berbeda tergantung jenis produk yang kamu pilih. Setiap jenis reksadana punya karakteristik, tingkat risiko, dan potensi return yang berbeda.

Reksadana Pasar Uang

Jenis ini biasanya paling stabil karena dananya ditempatkan di instrumen pasar uang seperti deposito dan obligasi jangka pendek.

Pergerakan NAB cenderung naik perlahan dan jarang mengalami penurunan tajam. Untuk return, umumnya berada di kisaran 4% hingga 6% per tahun. Cocok buat kamu yang baru mulai investasi atau ingin risiko rendah.

Reksadana Pendapatan Tetap

Berbeda dengan pasar uang, reksadana ini banyak berinvestasi di obligasi jangka menengah hingga panjang. Karena itu, nilainya bisa naik turun mengikuti kondisi pasar, terutama perubahan suku bunga. Walaupun lebih fluktuatif, potensi keuntungannya juga lebih tinggi, biasanya sekitar 6% hingga 8% per tahun.

Intinya, semakin tinggi potensi return yang ditawarkan, biasanya semakin besar juga risiko yang harus kamu hadapi. Jadi, penting banget menyesuaikan pilihan reksadana dengan profil risiko kamu.

Kesalahan Umum Saat Menghitung Return

Foto: unspash/Jakub Żerdzicki

Supaya kamu nggak salah memahami hasil investasi, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pemula. Coba hindari hal-hal berikut ini:

1. Menganggap Reksadana Seperti Tabungan
Banyak yang masih berpikir reksadana itu seperti tabungan dengan bunga tetap. Padahal, nilai reksadana bisa naik dan turun setiap hari tergantung kondisi pasar.

2. Tidak Memperhatikan Waktu Investasi
Kalau kamu investasi secara bertahap, harga NAB yang kamu dapat pasti berbeda-beda. Ini akan mempengaruhi rata-rata harga beli dan hasil akhir investasi kamu.

3. Mengabaikan Biaya Transaksi
Beberapa reksadana mengenakan biaya pembelian atau penjualan. Kalau tidak diperhitungkan, hasil return yang kamu hitung bisa jadi tidak akurat.

4. Hanya Fokus pada Keuntungan Nominal
Melihat keuntungan dalam rupiah memang penting, tapi jangan lupa cek juga persentasenya. Return (%) lebih relevan untuk menilai seberapa efektif investasi kamu berkembang.

Dengan memahami hal-hal ini, kamu bisa membaca performa reksadana dengan lebih objektif dan nggak mudah salah ambil keputusan.

Penutup

Sekarang kamu sudah tahu kalau cara menghitung keuntungan reksadana itu sebenarnya cukup sederhana. Kamu hanya perlu memahami NAB dan jumlah unit yang dimiliki. Dengan dua hal itu, kamu sudah bisa menghitung return dengan akurat.

Selain itu, kamu juga jadi lebih paham bagaimana investasi kamu berkembang dari waktu ke waktu. Ini penting supaya kamu bisa evaluasi strategi yang digunakan. Jangan hanya melihat angka naik atau turun tanpa memahami penyebabnya.

Investasi yang baik bukan soal cepat untung, tapi soal konsistensi dan pemahaman. Dengan perhitungan yang tepat, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih bijak.

Kalau kamu ingin alternatif investasi yang lebih stabil dengan risiko rendah, kamu juga bisa mempertimbangkan produk deposito melalui deposito.co.id. Platform ini memudahkan kamu membandingkan berbagai pilihan deposito dari banyak bank dalam satu tempat.

Yuk, mulai investasi dengan strategi yang lebih terarah dan sesuai tujuan finansial kamu!(***)

Sindy Rosa
Sindy Rosa

Sindy Rosa D. adalah seorang yang punya minat besar di bidang keuangan. Ia tertarik pada cara investasi, mengatur keuangan, dan tips cerdas mengelola uang.

⚠️ DISCLAIMER PENTING

Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau rekomendasi produk tertentu. Keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca. Konsultasikan dengan ahli keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi. Data dan informasi dapat berubah sewaktu-waktu.

Previous Post

Reksadana Campuran Terbaik 2026? Ini Analisis Return dan Risikonya

Artikel Terkait

Reksadana Campuran Terbaik 2026 (Foto: unsplash/PiggyBank)
Keuangan

Reksadana Campuran Terbaik 2026? Ini Analisis Return dan Risikonya

12/08/2026
Ilustrasi pekerja Indonesia dengan gaji UMR 2026 sedang mencatat keuangan dan menyisihkan 10 persen penghasilan untuk tabungan dengan gaya hidup sederhana
Keuangan

Gaji UMR: Cara Atur Keuangan Agar Bisa Nabung di 2026

27/01/2026
Gaji Freshgraduate
Keuangan

5 Cara Mengatur Gaji Pertama untuk Fresh Graduate di 2026

07/01/2026
Ilustrasi Cek 500 Juta
Keuangan

Cek 500 Juta: Cara Aman Terbitkan, Cairkan & Validasi 2025

14/11/2025
Buku Cek BCA 1
Keuangan

Buku Cek BCA: Cara Buat, Biaya & Prosedur Pengajuan Lengkap

10/11/2025
20 Contoh Kartu Kredit
Keuangan

20 Contoh Kartu Kredit Terbaik 2025: Pemula Hingga Premium

07/11/2025
Please login to join discussion

Trending🔥

  • Buku Cek BCA 1

    Buku Cek BCA: Cara Buat, Biaya & Prosedur Pengajuan Lengkap

    960 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Template Surat Resign Kerja yang Benar Free Download Word

    1320 shares
    Share 528 Tweet 330
  • Bilyet Giro BCA: Cara Mengisi, Mencairkan & Syarat Lengkap 2025

    772 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Template Keuangan Excel Pribadi Gratis Download Gratis

    2413 shares
    Share 965 Tweet 603
  • Pengertian Deposito untuk Pemula: Definisi, Jenis-Jenis dan Cara Kerjanya

    810 shares
    Share 324 Tweet 203
  • Careers
  • Deposito
  • Disclaimer Situs deposito.co.id
  • Hubungi Kami
  • Kalkulator Deposito Semua Bank
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami

Copyright Deposito.co.id © 2025. AWBS Network.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Keuangan
  • Investasi
  • Deposito
  • Layanan
  • Perbankan
  • Kalkulator Deposito

© 2026 Deposito.co.id.