Deposito.co.id
  • Keuangan
  • Investasi
  • Deposito
  • Perbankan
  • Kalkulator Deposito
  • Network
    • Sekali.id
    • Kastakilat.id
    • Jakartabuilding.id
No Result
View All Result
Deposito.co.id
  • Keuangan
  • Investasi
  • Deposito
  • Perbankan
  • Kalkulator Deposito
  • Network
    • Sekali.id
    • Kastakilat.id
    • Jakartabuilding.id
No Result
View All Result
Deposito.co.id
No Result
View All Result

Beranda » Deposito vs Saham untuk Pemula: Mana yang Cocok Buat Kamu?

Deposito vs Saham untuk Pemula: Mana yang Cocok Buat Kamu?

Diana by Diana
04/10/2026
in Investasi
Reading Time: 6 mins read
A A
Grafik candlestick saham yang naik di layar

Saham bisa naik tinggi, tapi juga turun cepat/Foto: Arturo Añez/Unsplash

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di 8.646,94 setelah naik lebih dari 22% sepanjang tahun. Sembilan bulan kemudian, pada 2 Oktober 2026, IHSG berada di 6.036,89, turun sekitar 30%.

Dua angka itu merangkum perbedaan deposito dan saham lebih baik dari teori mana pun. Saham bisa memberi hasil besar, tapi juga bisa turun dalam waktu singkat, sedangkan deposito tumbuh pelan dengan nilai pokok yang tetap. Artikel ini membantu pemula memilih, dengan data resmi per Oktober 2026.

Perbedaan Dasar Deposito dan Saham

Deposito adalah simpanan di bank dengan bunga yang disepakati di awal. Saham adalah bukti kepemilikan sebagian perusahaan, sehingga nilainya ikut naik-turun mengikuti harga di bursa.

Aspek Deposito Saham
Hasil Bunga tetap, misalnya 2,50%–3,00% di bank BUMN Dividen dan kenaikan harga, tidak dijanjikan
Nilai pokok Tetap Naik-turun setiap hari bursa
Jaminan LPS hingga Rp2 miliar, jika bunga ≤ batas penjaminan Tidak ada jaminan nilai
Pajak PPh final 20% atas bunga PPh 0,1% saat jual; dividen 10% atau bebas jika diinvestasikan kembali
Pencairan Saat jatuh tempo; lebih awal kena penalti Bisa dijual di hari bursa, dana masuk T+2
Modal awal Mulai Rp1 juta di beberapa bank 1 lot = 100 saham

Kedua instrumen ini tidak saling menggantikan. Keduanya menjawab kebutuhan yang berbeda.

Deposito cocok untuk orang yang butuh kepastian: jumlah uang di tanggal tertentu sudah bisa dihitung sejak hari pertama. Saham cocok untuk orang yang siap melihat nilai uangnya berubah setiap hari demi peluang tumbuh lebih tinggi dalam jangka panjang.

IHSG Sepuluh Tahun Terakhir

IHSG ditutup di 5.296,71 pada 30 Desember 2016. Jika kamu memakai indeks itu sebagai gambaran, Rp10 juta di akhir 2016 menjadi sekitar Rp16,3 juta pada akhir 2025, kenaikan sekitar 63% atau rata-rata 5,6% per tahun.

Baca Juga:  Dividen Saham vs Bunga Deposito, Mana Lebih Menguntungkan?

Tapi jika dihitung sampai 2 Oktober 2026, nilainya tinggal sekitar Rp11,4 juta. Kenaikan selama hampir sepuluh tahun hanya sekitar 14%, atau rata-rata 1,35% per tahun.

Grafik nilai Rp10 juta mengikuti IHSG dari 2016 hingga Oktober 2026
Nilai Rp10 juta mengikuti IHSG/Grafik: Deposito.co.id

Ada catatan penting. IHSG adalah indeks harga, sehingga angka di atas belum memasukkan dividen yang diterima pemegang saham. Hasil investor yang menerima dan menanam kembali dividennya akan lebih tinggi dari angka indeks.

Pelajaran utamanya tetap sama: hasil saham sangat bergantung pada kapan kamu masuk dan kapan kamu keluar. Pengertian IHSG dan cara membacanya dibahas di ulasan apa itu IHSG.

Deposito Bisa Menang, Tergantung Waktu

Sebagai pembanding, misalkan Rp10 juta ditaruh di deposito sejak akhir 2016 dengan hasil bersih rata-rata 3% per tahun, diperpanjang terus beserta bunganya. Ini asumsi ilustrasi, bukan data historis bunga satu bank tertentu.

ADVERTISEMENT

Dengan asumsi itu, nilainya menjadi sekitar Rp13,3 juta pada Oktober 2026. Angka ini lebih tinggi dari Rp11,4 juta di IHSG pada titik yang sama, meski lebih rendah dari Rp16,3 juta jika dihitung di akhir 2025.

Grafik perbandingan Rp10 juta di IHSG dan deposito sejak akhir 2016
Rp10 juta sejak akhir 2016, posisi Oktober 2026/Grafik: Deposito.co.id

Artinya, saham tidak otomatis mengalahkan deposito. Dalam jangka sangat panjang saham memang punya peluang tumbuh lebih tinggi, tapi ada periode ketika deposito justru menang.

Untuk menghitung hasil deposito dengan nominal, bunga, dan tenor sendiri, gunakan kalkulator deposito.

Risiko dan Likuiditas

Risiko utama deposito adalah bank ditutup. Risiko ini dilindungi LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, selama bunga tidak melebihi tingkat penjaminan, yaitu 3,75% di bank umum dan 6,25% di BPR untuk 1 Oktober 2026–31 Januari 2027.

Risiko utama saham adalah harga turun. Tidak ada lembaga yang menjamin nilai saham, dan penurunan bisa terjadi bersamaan di hampir semua saham seperti yang terlihat sepanjang 2026.

Baca Juga:  8 Persiapan Investasi untuk Pelajar dan Pemula agar Tidak Rugi
Laptop menampilkan dasbor keuangan untuk membandingkan investasi
Bandingkan risiko sebelum memilih instrumen/Foto: Carlos Muza/Unsplash

Soal pencairan, saham justru lebih fleksibel. Kamu bisa menjual kapan saja di jam bursa, dan dana masuk ke rekening dua hari bursa kemudian (T+2) menurut aturan Bursa Efek Indonesia.

Masalahnya, menjual saat harga sedang turun berarti mengunci kerugian. Deposito tidak punya masalah ini, meski pencairan sebelum jatuh tempo umumnya kena penalti.

Pajak dan Biaya

Bunga deposito dipotong pajak final 20% sesuai PP 131/2000, kecuali total simpanan di satu bank tidak lebih dari Rp7,5 juta. Bank memotongnya otomatis.

Penjualan saham dikenai PPh final 0,1% dari nilai bruto penjualan, ditambah biaya transaksi yang berbeda tiap perusahaan sekuritas. Dividen dikenai PPh final 10%, atau bebas pajak jika diinvestasikan kembali sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Pajak.

Dalam angka, menjual saham senilai Rp10 juta dikenai pajak Rp10 ribu, untung maupun rugi. Deposito Rp10 juta berbunga 2,50% menanggung pajak sekitar Rp50 ribu setahun, karena bunga kotor Rp250 ribu dipotong 20%.

Untuk investor kecil, biaya transaksi saham bisa terasa jika terlalu sering jual-beli. Deposito praktis tanpa biaya selain pajak, dan sebagian bank mengenakan meterai saat pembukaan dan pencairan.

Cara Membagi Uang untuk Pemula

Mulailah dari pertanyaan: kapan uang ini akan dipakai? Uang untuk satu sampai tiga tahun ke depan, termasuk dana darurat, lebih cocok di deposito atau tabungan.

Uang yang tidak akan disentuh minimal lima tahun bisa mulai sebagian ditempatkan di saham. Semakin panjang waktunya, semakin besar ruang untuk menunggu harga pulih setelah turun.

Layar aplikasi pasar saham dengan daftar indeks
Mulai dari porsi kecil di saham/Foto: Anne Nygård/Unsplash

Banyak pemula memulai dengan porsi kecil, lalu menambah perlahan setelah memahami cara kerja pasar. Cara ini memberi kesempatan belajar tanpa mempertaruhkan uang yang dibutuhkan dalam waktu dekat.

Baca Juga:  IHSG Oktober 2026 Turun ke 6.036, Ini Dampaknya bagi Penabung
ADVERTISEMENT

Contohnya begini. Dari Rp30 juta, Rp20 juta tetap di deposito dan Rp10 juta ditempatkan di saham. Jika pasar saham turun 30% seperti sepanjang 2026, kerugian di saham sekitar Rp3 juta, atau 10% dari total uangmu.

Jika seluruh Rp30 juta ditaruh di saham, penurunan yang sama berarti kehilangan sekitar Rp9 juta. Selisih inilah yang sering menentukan apakah seorang pemula bertahan atau panik menjual di harga terendah.

Perbandingan deposito, obligasi, dan saham untuk tujuan dana pensiun dibahas lebih rinci di ulasan deposito vs obligasi vs saham.

Kesimpulan

Deposito menjaga uang yang harus ada pada tanggal tertentu, saham menumbuhkan uang yang punya waktu untuk menunggu. Pilih berdasarkan kapan uangnya dipakai, bukan berdasarkan berita kenaikan harga terakhir.

Referensi Artikel:

  • BEI — Jam dan Mekanisme Perdagangan (T+2, satuan 100 saham)
  • LPS — Tingkat Bunga Penjaminan Oktober 2026–Januari 2027
  • PP 131/2000 — PPh atas Bunga Deposito dan Tabungan
  • PP 41/1994 — PPh atas Transaksi Penjualan Saham di Bursa
  • DJP — Ketentuan Dividen Bebas Pajak
  • BRI — Suku Bunga Deposito Rupiah, dicek 3 Oktober 2026
Add as a preferred source on Google
Tags: IHSGinvestasi pemulaSaham
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cara Mulai Investasi Saham untuk Pemula, dari Modal Kecil

Next Post

IHSG Oktober 2026 Turun ke 6.036, Ini Dampaknya bagi Penabung

Diana

Diana

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Artikel Terkait

perhitungan pajak dengan kalkulator
Investasi

Berapa Pajak Investasi di 2025: Saham, Deposito, Reksadana

29/10/2025
Prediksi Dividen Saham ANTM
Berita

Prediksi Besaran Dividen ANTM Jelang RUPS

09/09/2026
Sepasang kekasih yg sudah tua sedang membahas investasi pensiun
Investasi

Strategi Investasi Sesuai Usia: 20an, 30an, 40an, 50an

29/10/2025
barista wanita di kasir
Investasi

10 Kunci Bisnis Franchise Bikin Sukses di Tahun Pertama

27/11/2025
Regulasi crypto yg ada di Indonesia
Investasi

Regulasi Cryptocurrency Indonesia 2025: Update Terbaru

29/10/2025
sosok robert kiyosaki
Investasi

Kendalikan Masa Depan Finansial: Rangkuman Strategi Robert Kiyosaki untuk Kebebasan Uang

31/10/2025
15 Jenis Investasi dan Penjelasan Lengkap
Investasi

15 Jenis Investasi dan Penjelasan Lengkap yang Perlu Diketahui

23/09/2025
Pengertian bisnis Franchise.
Investasi

7 Rahasia Bisnis Franchise yang Nggak Pernah Diajarkan

30/10/2025
Instrumen Investasi Terbaik untuk Masa Depan
Investasi

7 Instrumen Investasi Terbaik untuk Masa Depan

14/02/2025
Next Post
Grafik candlestick saham yang menurun di layar

IHSG Oktober 2026 Turun ke 6.036, Ini Dampaknya bagi Penabung

Tangan memegang beberapa kartu kredit

Bunga Kartu Kredit 2026: Batas BI, Cara Hitung, dan Simulasinya

Please login to join discussion

Trending🔥

  • Buku Cek BCA 1

    Buku Cek BCA: Cara Buat, Biaya & Prosedur Pengajuan Lengkap

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Pengertian Deposito untuk Pemula: Definisi, Jenis-Jenis dan Cara Kerjanya

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
  • Uang Misterius Masuk Rekening? Begini Cara Melihat Pengirimnya

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Template Surat Resign Kerja yang Benar Free Download Word

    1408 shares
    Share 563 Tweet 352
  • Bilyet Giro BCA: Cara Mengisi, Mencairkan & Syarat Lengkap 2025

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
ADVERTISEMENT
Deposito.co.id

© 2026 Deposito.co.id. All Rights Reserved.

Tautan

  • Careers
  • Deposito
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Kalkulator Deposito Semua Bank
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Keuangan
  • Investasi
  • Deposito
  • Perbankan
  • Kalkulator Deposito
  • Network
    • Sekali.id
    • Kastakilat.id
    • Jakartabuilding.id

© 2026 Deposito.co.id. All Rights Reserved.