Dugaan peretasan Binance pada Kamis, 29 Oktober 2026, ramai karena nilainya miliaran dolar. Menurut laporan CNBC, Circle, Tether, dan pihak lain membekukan dana 2,54 miliar dolar AS yang terkait insiden itu.
Arkham menautkan hampir 6 miliar dolar AS ke 55 alamat dompet terduga peretas. Binance belum mengonfirmasi eksploitasi dan menyatakan dana pengguna aman.
Bagi pemilik aset kripto di Indonesia, pertanyaannya bukan sekadar berapa yang hilang. Yang lebih penting: di platform mana asetmu disimpan, dan siapa yang mengawasinya.
Kronologi Insiden 29 Oktober 2026
Siapa Membekukan Berapa
CNBC mencatat CEO Tether, Paolo Ardoino, membekukan lebih dari 1,5 miliar dolar AS USDT. CEO Circle, Jeremy Allaire, membekukan lebih dari 800 juta dolar AS USDC.
Ripple ikut menahan pergerakan 200 juta dolar AS. Angka itu disampaikan salah satu pendiri Binance, Yi He, seperti dikutip CNBC.

Grafik itu menunjukkan celahnya. Dana yang dibekukan baru sekitar 42% dari aset yang ditautkan Arkham Intelligence ke dompet terduga peretas (hitungan kami dari angka CNBC: 2,54 dibagi 6).
Pembekuan bisa terjadi karena USDT dan USDC adalah stablecoin yang diterbitkan perusahaan. Penerbitnya dapat memblokir token di alamat tertentu. Bitcoin, ether, dan solana tidak punya penerbit yang bisa melakukan hal serupa.
Posisi Resmi Binance Sejauh Ini
Juru bicara Binance kepada CNBC menyatakan tim sedang menyelidiki “potensi masalah keamanan”. Perdagangan Binance Alpha dihentikan sementara.
Menurut CoinDesk (29 Oktober 2026), setoran dan penarikan dana di Binance juga dihentikan sementara selama pemeriksaan keamanan. Yi He menyatakan platform akan menanggung semua kerugian.
Pendiri Binance, Changpeng Zhao, menyebut insiden ini tampak seperti peretasan. Ia yang tidak lagi memimpin bursa itu berharap dana nasabah ditanggung penuh.
Reaksi Harga di Pasar Kripto
CNBC mencatat bitcoin turun lebih dari 3% hingga di bawah 80.000 dolar AS. Ether turun hampir 4%, solana sekitar 3%, dan saham Circle melemah sekitar 5% setelah jam bursa.

Insiden semacam ini bukan yang pertama. CNBC mengingatkan Bybit kehilangan sekitar 1,5 miliar dolar AS akibat peretasan pada 2025, dan Bitget kehilangan lebih dari 350 juta dolar AS.
Arti Peretasan Binance Bagi Dana Kamu
Pengguna Akun Binance Global
Klaim “dana aman” masih berupa janji perusahaan, belum hasil audit. CoinDesk menulis dana darurat SAFU yang dibentuk Binance pada 2018 berisi sekitar 1 miliar dolar AS dalam bitcoin.
Binance belum memastikan apakah dana darurat itu dipakai. Selama penarikan ditangguhkan, saldo di akunmu belum bisa dipindahkan.
Ada satu hal lagi. Binance.com tidak tercantum dalam whitelist OJK, sehingga bursa itu tidak diawasi OJK dan sengketa dengannya berada di luar perlindungan konsumen OJK.
Pengguna Pedagang Berizin OJK
Siaran pers OJK SP 226/GKPB/OJK/XII/2025 tanggal 19 Desember 2025 memuat 25 pedagang berizin dan 4 calon pedagang terdaftar.
Tokocrypto, yang terafiliasi dengan Binance, tercantum sebagai pedagang berizin atas nama PT Aset Digital Berkat. Per 30 Oktober 2026, kami belum menemukan pernyataan Tokocrypto soal insiden ini.
Pantau pengumuman di kanal resminya, bukan tautan yang beredar di grup percakapan.
Kripto Bukan Simpanan Bank
Penjaminan LPS hanya berlaku untuk simpanan di bank, seperti giro, tabungan, dan deposito. Daftar lengkapnya ada di ulasan simpanan yang ditanggung LPS.
Saldo kripto, termasuk stablecoin, tidak masuk penjaminan itu. Perlindunganmu bergantung pada keamanan dan cadangan platform.
Langkah Yang Perlu Kamu Cek Sekarang
Empat Pemeriksaan Cepat
- Cek legalitas platform di daftar penyelenggara aset keuangan digital OJK, posisi terbaru 22 September 2026.
- Aktifkan proteksi akun: autentikasi dua faktor dan daftar putih alamat penarikan.
- Abaikan tautan “klaim kompensasi” dari pihak tidak resmi. Yi He meminta pengguna hanya mengikuti kanal resmi Binance.
- Ukur porsi kripto terhadap total tabungan, terutama dana yang dibutuhkan dalam 12 bulan.
Dana darurat dan uang yang punya tanggal pakai lebih cocok di instrumen yang diawasi ketat. Pilihannya kami rangkum di rekomendasi investasi aman menurut OJK.
Angka Yang Masih Bisa Berubah
Estimasi Kerugian Belum Final
Estimasi kerugian peretasan Binance masih berbeda antarsumber. CoinDesk mengutip Arkham lebih dari 5,7 miliar dolar AS dan Chainalysis sekitar 5,9 miliar dolar AS.
Angka final baru jelas setelah Binance merilis hasil penyelidikannya. Sampai saat itu, perlakukan setiap angka sebagai estimasi sementara.
Referensi Artikel:
- CNBC: Binance ‘potential security issue’ sees $2.54 billion frozen (29 Oktober 2026)
- CoinDesk Indonesia: Binance kehilangan $5,7 miliar dalam peretasan kripto (29 Oktober 2026)
- OJK: Siaran Pers SP 226/GKPB/OJK/XII/2025, Whitelist Penyelenggara Aset Keuangan Digital (19 Desember 2025)
- OJK: Daftar Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital Posisi 22 September 2026












