Formulir pembukaan deposito sudah terisi, tinggal satu pilihan: bunga dibayar tiap bulan, saat jatuh tempo, atau di muka. Banyak orang asal klik, padahal pilihan ini menentukan kapan uang bunga bisa dipakai.
Jawaban singkatnya: untuk bunga yang sama, bunga bulanan dan bunga saat jatuh tempo menghasilkan total yang sama. Bunga di muka sedikit lebih kecil karena diterima lebih awal. Yang membuat hasil berbeda justru pilihan ARO, yaitu apakah bunga ikut diputar ke pokok saat deposito diperpanjang.
Tiga Cara Bank Membayar Bunga
Bank umumnya menawarkan tiga cara. Mandiri, misalnya, membedakan tabel bunga untuk deposito rupiah dengan bunga dibayar bulanan dan saat jatuh tempo, serta deposito dengan bunga dibayar di muka.
| Cara Bayar | Kapan Bunga Diterima | Bunga Mandiri 12 Bulan | Hasil Bersih Rp50 Juta |
|---|---|---|---|
| Bulanan | Setiap bulan selama tenor | 2,50% | Rp83.333 per bulan, total Rp1.000.000 |
| Saat jatuh tempo | Sekaligus di akhir tenor | 2,50% | Rp1.000.000 di akhir tahun |
| Di muka | Sekaligus saat deposito dibuka | 2,43% | Sekitar Rp972.000 di awal |
Data bunga di atas berasal dari tabel suku bunga dana Mandiri yang diperbarui 15 Juli 2025, dicek pada 4 Oktober 2026. Hasil bersih sudah dipotong pajak 20% dan memakai hitungan sederhana setahun.
Bulanan dan Jatuh Tempo, Totalnya Sama
Untuk deposito 12 bulan berbunga 2,50%, Rp50 juta menghasilkan bunga kotor Rp1,25 juta setahun. Setelah pajak 20% sesuai PP 131/2000, bersihnya Rp1 juta.
Jika dipilih bulanan, uang itu masuk sekitar Rp83.333 setiap bulan. Jika dipilih saat jatuh tempo, Rp1 juta masuk sekaligus setelah 12 bulan. Totalnya sama karena bunganya sama dan tidak ada bunga atas bunga.
Jadi pertanyaannya bukan mana yang lebih untung, tapi kapan kamu butuh uangnya. Pensiunan yang memakai bunga untuk biaya hidup biasanya memilih bulanan, sedangkan yang menabung untuk tujuan tertentu lebih nyaman menerima sekaligus.
Satu catatan teknis: bank menghitung bunga dari jumlah hari sebenarnya. Mandiri menulis bahwa setahun dihitung 365 hari, jadi bunga bulan Februari sedikit lebih kecil dari bulan yang punya 31 hari.
Pajaknya pun tidak berbeda. Bank memotong pajak 20% setiap kali bunga dibayarkan, jadi bunga bulanan yang masuk ke rekening sudah bersih, begitu pula bunga yang diterima sekaligus saat jatuh tempo.
Yang membedakan hanya ritmenya. Bunga bulanan memberi arus kas kecil yang rutin, sedangkan bunga saat jatuh tempo memberi satu jumlah yang lebih terasa di akhir tenor.
Bunga di Muka Lebih Kecil
Pada bunga di muka, bunga dibayar saat deposito dibuka. Mandiri menjelaskan di halaman produknya bahwa dengan cara ini kamu tidak perlu membayar penuh sesuai jumlah yang ingin ditempatkan.
Bunganya memang lebih rendah. Untuk tenor 12 bulan, Mandiri memasang 2,43% untuk bunga di muka, dibanding 2,50% untuk bunga bulanan atau saat jatuh tempo.
Selisih itu bukan potongan sembarangan. Uang yang diterima di awal punya nilai lebih besar daripada uang yang sama setahun kemudian, dan 2,50% yang “ditarik ke depan” setara sekitar 2,44%. Angkanya hampir persis dengan yang ditetapkan bank.
Dalam rupiah, untuk Rp50 juta selisihnya sekitar Rp28 ribu setahun. Opsi ini cocok bila kamu memang perlu uang bunganya di awal, misalnya untuk menutup biaya masuk sekolah.
ARO: Bunga Diputar atau Ditransfer
Saat jatuh tempo, deposito bisa diperpanjang otomatis atau Automatic Roll Over. Mandiri memberi dua pilihan: bunga ikut diinvestasikan kembali ke pokok, atau ditransfer ke rekening tabungan atau giro.
Pilihan pertama membuat bunga ikut berbunga di periode berikutnya. Efeknya kecil di tahun pertama, tapi bertambah dari waktu ke waktu.
Contohnya, Rp50 juta dengan hasil bersih 2% per tahun yang diputar terus selama lima tahun menghasilkan sekitar Rp5,2 juta. Jika bunganya selalu ditransfer, totalnya Rp5 juta, sehingga selisihnya sekitar Rp204 ribu.
Pengaruh pilihan tenor justru lebih besar. Di Mandiri, deposito 1 bulan berbunga 2,25% yang diperpanjang 12 kali dengan bunga diputar menghasilkan sekitar Rp907 ribu bersih untuk Rp50 juta. Deposito 12 bulan berbunga 2,50% menghasilkan Rp1 juta.
Artinya, efek bunga berbunga tidak bisa menutup selisih tarif. Bunga yang lebih tinggi hampir selalu menang. Konsep ini dibahas lebih jauh di ulasan deposito dan bunga majemuk.
Perlu diingat juga, bunga perpanjangan mengikuti tarif yang berlaku saat jatuh tempo. Krom Bank, misalnya, mencantumkan dalam pengumumannya bahwa deposito ARO akan memakai suku bunga baru saat diperpanjang.
Pilih Cara Bayar Sesuai Kebutuhan
Pilih bunga bulanan jika bunga deposito menjadi sumber penghasilan rutin, misalnya untuk menambah uang belanja atau membayar cicilan kecil.
Pilih bunga saat jatuh tempo dengan ARO bunga diputar jika uang tersebut untuk tujuan jangka menengah dan tidak akan disentuh. Pilihan ini memberi hasil sedikit lebih besar dalam beberapa tahun.
Pilih bunga di muka hanya jika kamu butuh uang bunganya sekarang. Hasil totalnya sedikit lebih kecil, tapi uang bisa langsung dipakai.
Bank digital memberi variasi lain. Bank Jago, misalnya, menyebut bunga depositonya bisa cair per bulan, dan deposito bisa dicairkan lebih awal tanpa penalti.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Kesalahan pertama adalah mengira bunga bulanan lebih untung karena “uangnya datang terus”. Totalnya sama dengan bunga saat jatuh tempo, kecuali bunga bulanan itu kamu investasikan lagi di tempat lain.
Kesalahan kedua adalah memilih ARO dengan bunga diputar, lalu kaget karena tidak ada bunga yang masuk ke tabungan. Cek ulang instruksi ARO sebelum menekan tombol konfirmasi; jika perlu, prosedurnya dibahas di ulasan cara batalkan ARO deposito.
Kesalahan ketiga adalah tidak memastikan ke mana dana dikirim saat deposito non-ARO jatuh tempo. Ketentuannya bisa berbeda tiap bank, jadi tanyakan sejak awal atau cek di ringkasan produk (RIPLAY).
Untuk membandingkan hasil tiap pilihan dengan nominal dan bunga sendiri, coba hitung di kalkulator deposito.
Kesimpulan
Bunga bulanan dan jatuh tempo memberi total yang sama, bunga di muka sedikit lebih kecil, dan ARO bunga diputar menambah hasil secara perlahan. Jadi, untuk apa sebenarnya uang bunga depositomu: dipakai tiap bulan, atau dibiarkan tumbuh?
Referensi Artikel:
Sekali.id
Kastakilat.id











