Banyak penabung langsung memilih tenor 12 bulan karena mengira bunganya paling tinggi. Di tabel tiga bank besar yang dicek pada 9 Oktober 2026, anggapan itu tidak terbukti: tarif tertinggi sudah tercapai di tenor 6 bulan, dan di BNI tenor 12 bulan justru lebih rendah.
Artikel ini memberi kerangka memilih tenor: hitungan Rp100 juta bersih setelah pajak, harga likuiditas yang dibayar tenor panjang, strategi tangga deposito, dan pasangan tenor untuk tiap tujuan dana.
Jawaban Singkat: Tergantung Kapan Uang Dipakai
Tenor yang paling untung adalah tenor terpanjang yang jatuh tempo sebelum uangnya dibutuhkan, dengan catatan tarifnya memang lebih tinggi dari tenor pendek. Selisih bunga antartenor di bank besar saat ini kecil, sedangkan kerugian karena mencairkan lebih awal bisa menghapus seluruh bunga berjalan.
Tiga pertanyaan cukup untuk memutuskan:
- Kapan uang ini akan dipakai, dan seberapa yakin tanggalnya?
- Sanggupkah kehilangan bunga berjalan bila harus cair mendadak?
- Menurutmu bunga deposito setahun ke depan cenderung naik, turun, atau datar?
Kalau baru mulai menabung di deposito, dasar-dasarnya ada di panduan deposito untuk pemula. Bagian berikut fokus pada soal tenor saja.
Apakah Tenor Panjang Selalu Lebih Tinggi?
Tidak. Tabel resmi tiga bank menunjukkan kurva bunga yang datar, bahkan menurun setelah 6 bulan. Angka di bawah berlaku untuk penempatan rupiah di bawah Rp2 miliar dan dicek di situs resmi tiap bank pada 9 Oktober 2026.
| Bank (tanggal berlaku) | 1 bulan | 3 bulan | 6 bulan | 12 bulan |
|---|---|---|---|---|
| BCA (1 April 2026) | 2,75% | 2,75% | 3,00% | 3,00% |
| BNI (5 November 2025) | 2,25% | 2,50% | 2,75% | 2,50% |
| Mandiri (diperbarui 15 Juli 2025) | 2,25% | 2,25% | 2,50% | 2,50% |
Di BCA dan Mandiri, tenor 12 bulan memberi tarif yang sama dengan 6 bulan. Di BNI, tarif 12 bulan 2,50% lebih rendah dari tarif 6 bulan 2,75%, menurut pengumuman suku bunga BNI yang berlaku sejak 5 November 2025.
Pola ini wajar. Bank menetapkan tarif per tenor sesuai kebutuhan dananya, jadi tenor panjang tidak otomatis lebih mahal bagi bank. Ketiga tabel juga berada di bawah tingkat bunga penjaminan LPS 3,75% untuk periode 1 Oktober 2026–31 Januari 2027, sehingga tarifnya tetap masuk syarat penjaminan selama syarat lain terpenuhi.
Hitungan Rp100 Juta di Empat Tenor
Simulasi redaksi memakai rumus pendekatan pokok × bunga × bulan/12. Bank menghitung per hari kalender, jadi angka di rekening bisa berbeda tipis, misalnya BCA 3 bulan selama 92 hari memberi bunga kotor sekitar Rp693.151, bukan Rp687.500.
Hasil Bersih Setelah Pajak
Bunga deposito dipotong PPh final 20% sesuai PP 131/2000, kecuali total deposito dan tabungan di bank itu tidak lebih dari Rp7,5 juta. Tabel berikut memuat bunga bersih satu periode tenor untuk pokok Rp100 juta.
| Tenor | BCA | BNI | Mandiri |
|---|---|---|---|
| 1 bulan | Rp183.333 | Rp150.000 | Rp150.000 |
| 3 bulan | Rp550.000 | Rp500.000 | Rp450.000 |
| 6 bulan | Rp1.200.000 | Rp1.100.000 | Rp1.000.000 |
| 12 bulan | Rp2.400.000 | Rp2.000.000 | Rp2.000.000 |
Angka per periode menyesatkan bila dibandingkan langsung, karena tenornya berbeda. Cara adilnya adalah menyamakan jangka waktu menjadi setahun, dengan asumsi deposito diperpanjang pada tarif yang sama dan bunga ditransfer ke tabungan.

Hasilnya, di BCA tenor 6 bulan dan 12 bulan sama-sama menghasilkan Rp2,4 juta bersih setahun, hanya Rp200 ribu lebih banyak dari tenor 1 bulan. Di BNI, dua kali tenor 6 bulan memberi Rp2,2 juta, sedangkan tenor 12 bulan hanya Rp2 juta.
Untuk menghitung nominal lain, masukkan angka sendiri di kalkulator deposito. Perbandingan per tenor untuk pokok yang jauh lebih besar juga tersedia di simulasi deposito 500 juta.
Efek Perpanjangan Otomatis (ARO)
Pada ARO Plus, bunga bersih ditambahkan ke pokok setiap jatuh tempo, sehingga ada efek bunga berbunga. Efeknya kecil di tingkat bunga 2–3%.

Dengan tabel BCA, tenor 1 bulan yang diputar 12 kali menghasilkan Rp2.222.319, sedangkan tenor 6 bulan yang diputar dua kali menghasilkan Rp2.414.400. Itu sedikit di atas tenor 12 bulan sekali jalan (Rp2.400.000), karena bunga semester pertama ikut berbunga.
Catatannya, perpanjangan selalu memakai tarif yang berlaku pada hari jatuh tempo. Hitungan di atas hanya berlaku bila tabel bank tidak berubah selama setahun.
Likuiditas dan Penalti: Harga Tenor Panjang
Tenor panjang mengunci uang lebih lama. Di BCA, pencairan sebelum jatuh tempo membuat bunga jangka waktu berjalan tidak dibayar untuk jenis Non ARO dan ARO Plus; pada ARO yang bunganya dikreditkan tiap bulan, yang hangus adalah bunga bulan berjalan, sesuai keterangan di halaman deposito berjangka BCA.
RIPLAY BNI Deposito (versi Januari 2024) membedakan dua kasus. Deposito tarif umum (counter rate) tidak kena penalti tetapi bunga berjalannya hangus, sedangkan tarif khusus (special rate) kena penalti 1% dari nominal.
Bayangkan Rp100 juta di BCA tenor 12 bulan yang harus cair pada bulan ke-11. Untuk jenis Non ARO, bunga bersih sekitar Rp2,2 juta yang sudah berjalan hilang. Dengan tenor 6 bulan yang diperpanjang, bunga bersih semester pertama sebesar Rp1,2 juta sudah lebih dulu masuk rekening.
Itu sebabnya tenor panjang hanya masuk akal bila tarifnya benar-benar lebih tinggi. Kalau tarif 6 dan 12 bulan sama, tenor 6 bulan memberi hasil setara dengan risiko terkunci yang lebih pendek.
Strategi Tangga Deposito (Ladder)
Strategi tangga atau ladder membagi dana ke beberapa bilyet dengan jatuh tempo bergiliran. Tujuannya mendapat tarif tenor panjang tanpa mengunci seluruh uang sekaligus.
Contoh untuk Rp100 juta dibagi empat bilyet Rp25 juta:
| Bilyet | Penempatan awal | Jatuh tempo pertama | Setelah itu |
|---|---|---|---|
| A (Rp25 juta) | 3 bulan | Bulan ke-3 | Diperpanjang 12 bulan |
| B (Rp25 juta) | 6 bulan | Bulan ke-6 | Diperpanjang 12 bulan |
| C (Rp25 juta) | 6 bulan lalu 3 bulan | Bulan ke-9 | Diperpanjang 12 bulan |
| D (Rp25 juta) | 12 bulan | Bulan ke-12 | Diperpanjang 12 bulan |
Mulai bulan ke-3, selalu ada Rp25 juta yang jatuh tempo setiap tiga bulan. Setelah semua anak tangga berpindah ke tenor 12 bulan, tabel BCA saat ini memberi sekitar Rp600 ribu bersih per bilyet per tahun, atau Rp2,4 juta untuk keseluruhan.
Selama tarif 6 bulan sama dengan 12 bulan, tangga bisa disederhanakan menjadi dua bilyet tenor 6 bulan yang jatuh temponya selang tiga bulan. Hasil setahunnya sama, tetapi uang lebih cepat bisa dipakai.
Tangga juga membantu saat arah bunga tidak jelas. Menurut data Bank Indonesia, BI-Rate naik ke 5,75% pada 18 Juni 2026 dari 4,75% di awal tahun dan ditahan pada RDG 23 September 2026, sementara tabel deposito tiga bank di atas belum berubah. Bila bank menaikkan tarif, bilyet yang jatuh tempo bisa ditempatkan ulang di tarif baru.
Memilih Tenor Berdasarkan Tujuan Dana

Pedoman berikut berangkat dari satu prinsip: jatuh tempo mengikuti jadwal pemakaian, bukan mengikuti tarif tertinggi.
Dana Darurat
Sebagian besar sebaiknya tetap di tabungan yang bisa ditarik kapan saja. Porsi yang ditaruh di deposito cocok memakai tenor 1 bulan ARO atau tangga 3 bulan, karena selisih bunganya dengan tenor 12 bulan di BCA hanya Rp200 ribu per Rp100 juta setahun.
Uang Muka Rumah atau Kendaraan
Tanggal pemakaiannya biasanya bisa diperkirakan. Pilih tenor yang jatuh tempo beberapa minggu sebelum tanggal itu, lalu matikan perpanjangan otomatis agar dana tidak terkunci ulang.
Dana Pendidikan
Pembayaran uang sekolah dan kuliah mengikuti kalender semester. Tenor 6 bulan sering pas dengan siklus itu, dan tarifnya di tiga bank di atas sudah setara atau lebih tinggi dari 12 bulan.
Dana Pensiun
Dana yang baru dipakai bertahun-tahun lagi paling cocok dengan tangga 6–12 bulan. Untuk horizon sepanjang itu, deposito sebaiknya dibandingkan juga dengan instrumen lain yang berjangka lebih panjang sebelum memutuskan.
Kesimpulan
Per 9 Oktober 2026, tenor 12 bulan di BCA, BNI, dan Mandiri tidak memberi tarif di atas tenor 6 bulan. Pilih tenor dari tanggal pemakaian uang, pakai tangga bila jadwalnya belum jelas, dan cek ulang tabel bank sebelum setiap perpanjangan. Tenor yang jatuh tempo tepat waktu lebih berharga daripada selisih bunga beberapa ratus ribu.
Referensi Artikel:
- BCA — Deposito Berjangka, suku bunga efektif 1 April 2026, dicek 9 Oktober 2026
- BNI — Penyesuaian Suku Bunga Deposito IDR, dicek 9 Oktober 2026
- Bank Mandiri — Suku Bunga Dana, dicek 9 Oktober 2026
- BNI — RIPLAY Umum BNI Deposito (Januari 2024)
- LPS — PENG-7/DSPB/2026 Penetapan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum
- PP 131/2000 — PPh atas Bunga Deposito dan Tabungan
Sekali.id
Kastakilat.id









