Deposito.co.id
  • Keuangan
  • Investasi
  • Deposito
  • Perbankan
  • Kalkulator Deposito
  • Network
    • Sekali.id
    • Kastakilat.id
    • Jakartabuilding.id
No Result
View All Result
Deposito.co.id
  • Keuangan
  • Investasi
  • Deposito
  • Perbankan
  • Kalkulator Deposito
  • Network
    • Sekali.id
    • Kastakilat.id
    • Jakartabuilding.id
No Result
View All Result
Deposito.co.id
No Result
View All Result

Beranda » 16 Saham Dividen Tertinggi Terbaru, Yield hingga 26%

16 Saham Dividen Tertinggi Terbaru, Yield hingga 26%

Diana by Diana
04/10/2026
in Investasi
Reading Time: 8 mins read
A A
Grafik pergerakan saham di layar monitor

Saham dividen tertinggi Oktober 2026/Foto: Nicholas Cappello/Unsplash

Share on FacebookShare on Twitter

Per penutupan perdagangan 2 Oktober 2026, saham dengan dividend yield tertinggi di daftar redaksi adalah PSAB (J Resources Asia Pasifik) dengan yield sekitar 26,2%, disusul BSSR (Baramulti Suksessarana) 23,7% dan MPMX (Mitra Pinasthika Mustika) 16,8%. Enam belas saham di daftar ini semuanya punya yield di atas 10%, jauh di atas bunga penjaminan LPS untuk bank umum yang sebesar 3,75%.

Angka setinggi itu muncul di tengah pasar yang sedang lesu. IHSG turun dari 8.646,94 di akhir 2025 ke 6.036,88 pada 2 Oktober 2026, atau sekitar 30%.

Ketika harga saham jatuh sementara dividen yang sudah dibagikan tetap, yield otomatis membesar. Jadi daftar ini perlu dibaca bersama konteksnya, bukan sekadar diurutkan dari angka terbesar.

Cara Redaksi Menyusun Daftar Ini

Yield di artikel ini adalah trailing yield: total dividen tunai per saham dengan tanggal ex-dividen antara 3 Oktober 2025 dan 2 Oktober 2026, dibagi harga penutupan 2 Oktober 2026. Data harga dan riwayat dividen diambil dari data pasar, lalu dicocokkan dengan pengumuman pembagian dividen emiten yang dimuat media.

Redaksi menyaring sekitar 72 saham yang rutin membagikan dividen dan cukup likuid, termasuk anggota indeks dividen dan saham bank besar. Artinya, daftar ini tidak mencakup seluruh emiten di Bursa Efek Indonesia.

Saham yang sangat tidak likuid atau yang dividennya sangat kecil secara nominal sengaja tidak dimasukkan.

Satu hal penting: yield dihitung dari dividen yang sudah dibayar, bukan dividen yang akan datang. Dividen tahun depan bisa lebih kecil, lebih besar, atau bahkan tidak ada sama sekali, tergantung laba dan keputusan rapat umum pemegang saham.

Tabel 16 Saham Dividen Tertinggi

No Kode Emiten Dividen 12 bulan (Rp/saham) Harga 2 Okt 2026 (Rp) Yield
1 PSAB J Resources Asia Pasifik 135 515 26,21%
2 BSSR Baramulti Suksessarana 1.242,29 5.250 23,66%
3 MPMX Mitra Pinasthika Mustika 170 1.015 16,75%
4 BMRI Bank Mandiri 542,96 4.030 13,47%
5 UNVR Unilever Indonesia 201 1.580 12,72%
6 SCMA Surya Citra Media 21 172 12,21%
7 BJBR Bank BJB 85,54 750 11,41%
8 BBRI Bank Rakyat Indonesia 346 3.080 11,23%
9 BJTM Bank Jatim 56,62 510 11,10%
10 IPCC Indonesia Kendaraan Terminal 112,85 1.030 10,96%
11 SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul 37 346 10,69%
12 ADRO Alamtri Resources Indonesia 263,40 2.500 10,54%
13 CITA Cita Mineral Investindo 351 3.350 10,48%
14 TAPG Triputra Agro Persada 201 1.935 10,39%
15 DLTA Delta Djakarta 181 1.770 10,23%
16 BBNI Bank Negara Indonesia 349,41 3.420 10,22%
Grafik yield dividen 16 saham tertinggi per 2 Oktober 2026
Yield dividen 12 bulan terakhir per 2 Oktober 2026/Grafik: Deposito.co.id

Rata-rata yield ke-16 saham ini 13,3%, dengan median 11,2%. Sebagai pembanding, BBCA yang sering dianggap saham dividen andalan hanya menghasilkan yield sekitar 6,25% dengan perhitungan yang sama.

Baca Juga:  Berapa Dana Pensiun Ideal di Indonesia? Simulasi & Tips 2025

Saham Bank: BMRI, BBRI, BBNI, BJBR, BJTM

Lima dari 16 saham di daftar ini adalah bank. Bank Mandiri memimpin kelompoknya dengan yield 13,47% karena membagikan dividen tiga kali dalam periode hitung, termasuk dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham.

Bank Rakyat Indonesia membayar Rp137 dan Rp209 per saham, sehingga yield-nya 11,23%, sedangkan BNI membagikan Rp349,41 per saham dengan yield 10,22%.

ADVERTISEMENT

Dua bank pembangunan daerah, Bank BJB dan Bank Jatim, juga masuk dengan yield di atas 11%. Keduanya dikenal punya rasio pembayaran dividen yang tinggi karena pemegang saham pengendalinya adalah pemerintah daerah.

Bagi investor yang membandingkan dengan deposito, saham bank menarik karena bisnisnya relatif mudah dipahami. Meski begitu, harga saham bank besar ikut tertekan sepanjang 2026, sehingga sebagian yield tinggi ini adalah efek harga yang turun.

Kamu bisa membaca perbandingan lengkapnya di artikel dividen saham vs bunga deposito.

Saham Tambang: PSAB, BSSR, ADRO, CITA

Kelompok tambang menempati dua posisi teratas. J Resources Asia Pasifik membagikan Rp105 dan Rp30 per saham, sementara harga sahamnya hanya Rp515, sehingga yield-nya menembus 26%.

Baramulti Suksessarana mencatat total dividen Rp1.242,29 per saham, termasuk dividen interim Rp406,16 yang dibagikan pada September 2026.

Grafik pasar saham di layar laptop
Dividen saham tambang mengikuti harga komoditas/Foto: Markus Winkler/Unsplash

Alamtri Resources Indonesia, yang dulu bernama Adaro Energy Indonesia, membagikan Rp145,14 dan Rp118,26 per saham. Cita Mineral Investindo, produsen bauksit, membayar Rp351 per saham dalam satu kali pembagian.

Dividen emiten tambang sangat bergantung pada harga komoditas. Ketika harga batu bara atau mineral tinggi, laba melonjak dan dividen ikut besar.

Saat siklus berbalik, dividen bisa dipangkas tajam. Karena itu, yield 20% lebih dari saham tambang sebaiknya dianggap sekali dapat, bukan pendapatan rutin yang pasti berulang.

Baca Juga:  Apa Itu IHSG? Kenali Istilah-Istilah dan Fungsinya

Saham Konsumer dan Sektor Lain

Di luar bank dan tambang, daftar ini cukup beragam. Mitra Pinasthika Mustika dari sektor otomotif membagikan Rp170 per saham dengan yield 16,75%.

Unilever Indonesia membayar Rp87 dan Rp114 per saham sehingga yield-nya 12,72%, angka yang besar untuk ukuran UNVR karena harganya sudah turun jauh dibanding beberapa tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Sido Muncul membagikan dividen dua kali, Rp22 dan Rp15 per saham, dengan yield 10,69%. Delta Djakarta membayar Rp181 per saham, sedangkan Surya Citra Media membagikan Rp9 dan Rp12 per saham dari harga yang hanya Rp172.

Indonesia Kendaraan Terminal, operator terminal kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok, membagikan total Rp112,85 per saham. Triputra Agro Persada dari sektor sawit membayar tiga kali, yaitu Rp50, Rp91, dan Rp60 per saham, sehingga yield-nya 10,39%.

Yield Tinggi Belum Tentu Untung

Yield besar sering menggoda, tetapi ada tiga hal yang perlu dihitung sebelum membeli. Pertama, harga bisa turun lebih dalam dari dividen yang diterima.

Misalnya kamu membeli 32 lot BBRI di harga Rp3.080, atau sekitar Rp9,86 juta. Dengan dividen Rp346 per saham, kamu menerima Rp1.107.200 sebelum pajak.

Namun jika harga turun 10%, nilai sahammu berkurang sekitar Rp985.600, dan hampir seluruh dividen habis tertutup kerugian harga.

Grafik perbandingan yield dividen dan tingkat bunga penjaminan LPS
Yield dividen vs bunga penjaminan LPS/Grafik: Deposito.co.id

Kedua, harga saham biasanya turun pada tanggal ex-dividen kira-kira sebesar dividen yang dibagikan. Untuk berhak atas dividen, kamu harus memiliki saham sampai akhir cum date, dan penyelesaian transaksi di bursa berlangsung T+2.

Membeli tepat sebelum cum date lalu menjual setelah ex-date jarang memberi untung bersih.

Ketiga, pajak. Dividen untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri dikenai PPh final 10%, kecuali diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai ketentuan PMK 18/PMK.03/2021.

Baca Juga:  IHSG Oktober 2026 Turun ke 6.036, Ini Dampaknya bagi Penabung

Penjelasan syaratnya bisa dibaca di laman DJP tentang dividen bebas pajak. Dengan pajak 10%, dividen BBRI pada contoh tadi menjadi Rp996.480.

Tangan menunjuk kuotasi pasar di ponsel
Cek harga sebelum mengejar dividen/Foto: Marga Santoso/Unsplash

Perbandingan dengan deposito juga perlu adil. Bunga deposito di bank peserta LPS aman selama sesuai syarat penjaminan, termasuk bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan 3,75%.

Dividen tidak punya perlindungan seperti itu, dan modal di saham bisa berkurang. Jika kamu baru mulai, panduan cara mulai investasi saham bisa membantu menyiapkan rekening efek dan memahami risiko dasarnya.

Batas Daftar Ini

Daftar ini adalah potret per 2 Oktober 2026, bukan rekomendasi membeli. Ada beberapa hal yang tidak bisa ditangkap oleh angka yield.

Redaksi tidak menilai kesehatan keuangan setiap emiten, prospek laba tahun depan, maupun valuasi sahamnya. Peringkat juga bisa berubah cepat: kenaikan harga 10% saja sudah cukup untuk menggeser beberapa saham keluar dari daftar, dan pengumuman dividen interim baru bisa memasukkan saham lain.

Sebelum memutuskan, cek laporan keuangan dan keterbukaan informasi emiten di situs Bursa Efek Indonesia, lalu pertimbangkan kondisi pasar yang sedang berlangsung, termasuk ulasan IHSG Oktober 2026. Yield tinggi paling bermanfaat jika didukung laba yang stabil, bukan hanya karena harga sahamnya sedang jatuh.

Referensi Artikel:

  • DJP — Ketentuan Dividen Bebas Pajak
  • PMK 18/PMK.03/2021
  • BEI — Jam dan Mekanisme Perdagangan (penyelesaian T+2, satuan 100 saham)
  • LPS — Tingkat Bunga Penjaminan Periode Oktober 2026–Januari 2027
  • BCA — Siaran Pers Hasil RUPS Tahunan 2026 (dividen tahun buku 2025)
Add as a preferred source on Google
Tags: DividenIHSGInvestasi SahamSaham
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kartu Kredit vs Paylater: Mana Lebih Aman untuk Belanja?

Next Post

Suku Bunga Deposito Mandiri dan BTN 2026

Diana

Diana

Perempuan sli Gamping, Sleman. Suka menulis, membaca, nonton, dan menggambar.

Artikel Terkait

Prediksi Dividen Saham ANTM
Berita

Prediksi Besaran Dividen ANTM Jelang RUPS

09/09/2026
Ponsel dengan aplikasi saham di depan layar grafik
Investasi

Cara Mulai Investasi Saham untuk Pemula, dari Modal Kecil

04/10/2026
Pasangan melihat aplikasi investasi di ponsel
Investasi

Deposito vs Reksadana Pasar Uang: Mana untuk Dana Darurat?

03/10/2026
sosok robert kiyosaki
Investasi

Kendalikan Masa Depan Finansial: Rangkuman Strategi Robert Kiyosaki untuk Kebebasan Uang

31/10/2025
Inilah penjelasan lengkap terkait IHSG
Investasi

Apa Itu IHSG? Kenali Istilah-Istilah dan Fungsinya

31/10/2025
Grafik imbal hasil investasi di atas meja ilustrasi deposito vs P2P lending
Investasi

Deposito vs P2P Lending, Bunga Tinggi atau Uang Aman?

04/10/2026
Investasi
Investasi

Apa itu Investasi? Ini Risiko dan Cara Mulai yang Tepat

09/09/2026
Seorang wanita sedang menghitung uang
Investasi

SR023 Adalah: Pengertian, Keuntungan & Cara Beli Sukuk Ritel 2025

29/10/2025
Investasi uang pribadi
Investasi

Langkah Utama Mengelola Keuangan Pribadi: Dari Budgeting hingga Investasi

29/10/2025
Next Post
Tumpukan uang rupiah dan tangan memegang pecahan Rp10.000

Suku Bunga Deposito Mandiri dan BTN 2026

Toples kaca berisi koin di atas meja

Suku Bunga Deposito OCBC dan Bank Mega 2026

Please login to join discussion

Trending🔥

  • Buku Cek BCA 1

    Buku Cek BCA: Cara Buat, Biaya & Prosedur Pengajuan Lengkap

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Pengertian Deposito untuk Pemula: Definisi, Jenis-Jenis dan Cara Kerjanya

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
  • Uang Misterius Masuk Rekening? Begini Cara Melihat Pengirimnya

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Template Surat Resign Kerja yang Benar Free Download Word

    1408 shares
    Share 563 Tweet 352
  • Bilyet Giro BCA: Cara Mengisi, Mencairkan & Syarat Lengkap 2025

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
ADVERTISEMENT
Deposito.co.id

© 2026 Deposito.co.id. All Rights Reserved.

Tautan

  • Careers
  • Deposito
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Kalkulator Deposito Semua Bank
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Keuangan
  • Investasi
  • Deposito
  • Perbankan
  • Kalkulator Deposito
  • Network
    • Sekali.id
    • Kastakilat.id
    • Jakartabuilding.id

© 2026 Deposito.co.id. All Rights Reserved.