BCA kembali membeli sahamnya sendiri (buyback) pada 19–21 Oktober 2026. Langkah ini datang tiga hari setelah saham BBCA turun 14,81% di sesi pagi 16 Oktober, menurut data BEI yang dikutip Katadata. Kabar buyback saham BCA ini diumumkan lewat siaran pers resmi BCA tertanggal 19 Oktober 2026.
Isi Pengumuman BCA 19 Oktober 2026
Menurut siaran pers BCA 19 Oktober 2026, buyback ini memakai izin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar 12 Maret 2026. Izin itu berlaku 12 bulan, yakni 12 Maret 2026 sampai 11 Maret 2027, kecuali BCA mengakhirinya lebih cepat.
BCA menyebut langkah ini sebagai wujud keyakinan atas fundamental bisnisnya sekaligus dukungan bagi stabilitas pasar modal. Perseroan juga menegaskan buyback tidak berdampak material pada kinerja keuangan maupun kegiatan usahanya.
Batas Dana dan Jumlah Saham
Siaran pers BCA 28 Januari 2026 menetapkan nilai buyback paling banyak Rp5 triliun, sudah termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain. Jumlah saham yang dibeli kembali juga tidak akan melebihi 10% dari modal disetor, menurut dokumen yang sama.
Satu hal belum terjawab: pengumuman 19 Oktober tidak menyebut berapa lembar saham atau berapa rupiah yang sudah terserap sejak April. Jadi sisa kuota buyback belum bisa dihitung dari siaran pers tersebut.
Jejak Pelaksanaan Sejak Januari
Pembelian Oktober ini adalah tahap ketiga dari program yang sama. Urutannya, berdasarkan rangkaian siaran pers resmi BCA:
| Tahap | Tanggal | Keterangan |
|---|---|---|
| Rencana diumumkan | 28 Januari 2026 | Nilai maksimal Rp5 triliun |
| Persetujuan RUPST | 12 Maret 2026 | Izin berlaku 12 bulan |
| Realisasi pertama | 28 April 2026 | Siaran pers 29 April 2026 |
| Realisasi lanjutan | 11 Juni 2026 | Siaran pers 11 Juni 2026 |
| Realisasi lanjutan | 19–21 Oktober 2026 | Siaran pers 19 Oktober 2026 |
| Batas akhir izin | 11 Maret 2027 | Kecuali diakhiri lebih cepat |
Program ini terpisah dari buyback sebelumnya. Menurut siaran pers BCA 20 Oktober 2025, perseroan juga menyiapkan maksimal Rp5 triliun untuk periode 22 Oktober 2025 sampai 19 Januari 2026.
Kenapa Buyback Dilanjutkan Pekan Ini
Tekanan jual memuncak pada Jumat, 16 Oktober 2026. Sehari sebelumnya, MSCI mengumumkan konsultasi reklasifikasi pasar Indonesia. Data BEI yang dikutip Katadata mencatat BBCA turun 14,81% ke Rp5.175 pada pukul 09.33 WIB, paling dalam di antara empat bank besar.

Menurut Katadata, investor asing mencatat jual bersih Rp1,98 triliun di BBCA pada sesi I hari itu. Total jual bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp2,92 triliun. Kronologi lengkap hari itu ada di ulasan saham bank besar yang anjlok pada hari yang sama.
Buyback Bukan Lantai Harga
Saat emiten membeli sahamnya di bursa, muncul permintaan tambahan dan jumlah saham beredar berkurang. Namun BCA sendiri menyatakan akan memperhatikan dinamika pasar, artinya pembelian tidak harus terjadi dengan volume besar setiap hari.
Skala tekanan jualnya juga perlu dilihat. Menurut hitungan sederhana kami, jual bersih asing Rp1,98 triliun di BBCA dalam satu sesi (data Katadata) setara sekitar 40% dari plafon buyback Rp5 triliun untuk setahun penuh.

Menurut kami, buyback saham BCA lebih tepat dibaca sebagai sinyal keyakinan manajemen, bukan janji harga berhenti turun. Arus jual asing yang dipicu isu MSCI bisa jauh lebih besar daripada daya serap program ini.
Yang Perlu Dicek Investor Ritel
Laporan Realisasi di Keterbukaan Informasi
Jumlah saham yang benar-benar dibeli akan terlihat di laporan keterbukaan informasi BCA di situs Bursa Efek Indonesia. Angka di sana lebih bisa dipegang ketimbang tangkapan layar yang beredar di media sosial.
Bandingkan juga laporan itu dengan pergerakan harga harian BBCA setelah 21 Oktober. Bila harga tetap tertekan walau buyback berjalan, itu tanda arus jual dari luar masih dominan, dan keputusan menambah posisi sebaiknya jangan bersandar pada kabar buyback semata.
Pisahkan Dana yang Segera Dipakai
Penurunan belasan persen dalam satu pagi menunjukkan saham bank terbesar pun bisa bergerak tajam. Dana yang akan dipakai dalam waktu dekat lebih cocok ditaruh di instrumen bernilai tetap, seperti dibahas di perbandingan deposito vs saham untuk pemula.
Tahap buyback kali ini selesai Rabu, 21 Oktober 2026. Setelah itu, yang layak ditunggu adalah apakah BCA membuka tahap baru sebelum izin RUPST habis pada 11 Maret 2027.
Referensi Artikel:
- MSCI — Siaran Pers Konsultasi Reklasifikasi Indonesia (15 Oktober 2026)
- BCA — Siaran Pers BCA Lanjutkan Pembelian Kembali Saham (19 Oktober 2026)
- BCA — Siaran Pers Lanjutan Realisasi Buyback (11 Juni 2026)
- BCA — Siaran Pers Mulai Realisasi Buyback (29 April 2026)
- BCA — Rencana Buyback Saham Maksimal Rp5 Triliun (28 Januari 2026)
- BCA — Buyback Saham Periode Oktober 2025–Januari 2026 (20 Oktober 2025)
Sekali.id
Kastakilat.id











