Bisa, tetapi caranya tergantung seri. ORI dan SR dijual di pasar sekunder setelah satu kali pembayaran kupon, dengan harga yang bisa di atas atau di bawah 100%. SBR dan ST hanya bisa dicairkan maksimal 50% lewat early redemption pada jendela waktu yang ditetapkan pemerintah, bebas biaya dan tanpa potongan harga.
Bagi yang ingin jual SBN ritel sebelum jatuh tempo, pertanyaan “boleh atau tidak” sebenarnya sudah terjawab. Yang lebih penting adalah berapa uang yang benar-benar kembali dan berapa lama kamu harus menunggu. Data di bawah memakai ketentuan seri yang berlaku per 27 Oktober 2026.
Peta Jalur Keluar per Seri
Keempat jenis SBN ritel terbagi dua soal likuiditas. ORI dan Sukuk Ritel (SR) bisa berpindah tangan ke investor domestik lain. SBR dan Sukuk Tabungan (ST) tidak bisa dialihkan sama sekali, jadi satu-satunya pintu keluar adalah fasilitas pencairan awal dari pemerintah.
| Seri | Jalur keluar | Mulai kapan | Batas | Uang diterima |
|---|---|---|---|---|
| ORI | Jual di pasar sekunder | Setelah 1 kali kupon | Tanpa batas porsi | Harga pasar hari itu |
| SR | Jual di pasar sekunder | Setelah 1 kali imbalan | Tanpa batas porsi | Harga pasar hari itu |
| SBR | Early redemption | Jendela pemerintah, sekitar 1–2 tahun setelah setelmen | Maks 50% tiap pemesanan (FAQ DJPPR) | Nilai nominal penuh |
| ST | Early redemption | Jendela pemerintah, sekitar 1–2 tahun setelah setelmen | Maks 50% tiap pemesanan (FAQ DJPPR) | Nilai nominal penuh |
Batas 50% dan jendela waktu itu bersumber dari FAQ DJPPR untuk Sukuk Tabungan dan Savings Bond Ritel yang dibahas di bawah. Ringkasnya, ORI dan SR menukar kepastian harga dengan kebebasan waktu. SBR dan ST justru sebaliknya: nominalnya utuh, tetapi waktunya dan porsinya dibatasi.
Aturan ORI dan SR di Pasar Sekunder
Masa Tahan Satu Kupon
Seri ORI dan SR baru boleh dijual setelah minimum holding period (MHP) selama satu kali pembayaran kupon. Menurut brosur ORI030 dari BCA, ORI030T3 dan ORI030T6 bisa diperdagangkan mulai 16 September 2026, sehari setelah kupon pertama 15 September 2026.
Untuk SR025, Bareksa sebagai mitra distribusi mencatat MHP berlaku sejak setelmen 23 September hingga 10 Oktober 2026. Artinya, seri sukuk ritel terbaru ini sudah bisa dijual sejak 11 Oktober 2026.
Langkah Menjual Lewat Mitra Distribusi
FAQ ORI022 dari DJPPR Kemenkeu menjelaskan alurnya: hubungi mitra distribusi tempat kamu membeli, minta kuotasi harga hari itu, lalu setujui bila harganya cocok. Di BCA, dana hasil penjualan ORI030 masuk ke rekening T+2 hari bursa.
Perpindahan kepemilikan hanya boleh antarinvestor domestik. Brosur yang sama menyebut ORI030 juga diperdagangkan di bursa lewat Electronic Trading Platform dan di luar bursa (over the counter).
Kamu tidak wajib menjual seluruh kepemilikan. Bila yang dibutuhkan hanya sebagian, jual sesuai kebutuhan dan biarkan sisanya terus menerima kupon tetap sampai jatuh tempo.
Aturan Pencairan Awal SBR dan ST
Syarat dari Ketentuan DJPPR
FAQ Sukuk Tabungan DJPPR (seri ST011) dan FAQ Savings Bond Ritel (seri SBR012) memuat syarat yang sama. Kepemilikan minimal Rp2 juta, pencairan maksimal 50% dari setiap pemesanan, dan pengajuan hanya lewat mitra distribusi tempat membeli.
Pemerintah tidak memungut biaya pencairan. Pada tanggal setelmen, investor menerima nilai nominal yang diajukan; untuk ST, FAQ DJPPR menyebut nominal itu dibayar beserta imbalan satu bulan penuh.
Setelah itu, kupon bulanan dihitung dari sisa kepemilikan.
Jendela Waktu yang Sempit
Pencairan awal hanya dibuka sekitar sepekan. Contoh dari FAQ yang sama: jendela ST011T2 berlangsung 28 Oktober sampai 4 November 2024.
Melewatkan tanggal itu berarti dana tertahan sampai jatuh tempo.
Untuk SBR015T2 yang setelmen 28 Oktober 2026, halaman produk BCA mencantumkan jendela pengajuan 27 Oktober 2027 pukul 09.00 WIB sampai 4 November 2027 pukul 15.00 WIB. Tanggal setelmennya belum tercantum di dokumen resmi, jadi catat jendela itu dan cek ulang pengumuman DJPPR menjelang tanggalnya.
Contoh Pencairan SBR015 Rp100 Juta
Contoh simulasi: kamu memegang SBR015T2 Rp100 juta dari satu kali pemesanan. Pada jendela 2027, simulasi porsi yang bisa dicairkan paling banyak Rp50 juta, dan uang itu kembali utuh tanpa potongan harga.
Dalam simulasi yang sama, sisa Rp50 juta tetap berbunga sampai jatuh tempo 10 Oktober 2028. Dengan kupon minimal 6,75%, simulasi kupon bersihnya sekitar Rp253 ribu per bulan setelah PPh final 10%.
Kupon SBR ditinjau tiap 3 bulan dan bisa naik bila BI Rate naik, tetapi tidak turun di bawah angka minimal itu.
Batas 50% dihitung per pemesanan, bukan per total kepemilikan. Karena itu, membeli dalam beberapa pemesanan kecil tidak menambah porsi yang bisa dicairkan; masing-masing tetap dibatasi separuhnya.
Simulasi Harga Jual Rp100 Juta
Harga ORI dan SR bergerak berlawanan dengan imbal hasil (yield) pasar. Bila yield obligasi sejenis turun di bawah kupon serimu, harga naik di atas 100. Bila yield naik, harga turun dan kamu menanggung rugi modal.
Tiga Skenario Yield ORI030T6
Contoh simulasi ini memakai ORI030T6 Rp100 juta berkupon tetap 7%, dijual 15 November 2026 tepat setelah kupon dibayar. Sisa umurnya 68 kali kupon bulanan sampai 15 Juli 2032. Harga dihitung dengan mendiskontokan semua sisa kupon serta pokok.

Dalam simulasi ini, pada yield 6% harganya sekitar 104,79 dan kamu menerima kira-kira Rp104,31 juta setelah pajak. Pada yield 8%, harga simulasi turun ke sekitar 95,46, sehingga yang kembali hanya Rp95,46 juta. Selisih satu poin persen saja menggeser hasil simulasi sekitar Rp4,3–4,8 juta.
Harga Wajar Indikatif dari PHEI
Sebagai pembanding nyata, Bareksa mengutip harga wajar indikatif Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) per 28 Agustus 2026. Hitungan per Rp100 juta di bawah adalah simulasi kami, sebelum biaya atau selisih kuotasi mitra.
| Seri | Harga PHEI | Hasil jual kotor | Setelah PPh 10% |
|---|---|---|---|
| ORI030T6 | 101,6155 | Rp101,62 juta | Rp101,45 juta |
| SR021T3 | 100,0968 | Rp100,10 juta | Rp100,09 juta |
| ORI030T3 | 100,8172 | Rp100,82 juta | Rp100,74 juta |
| SR022T3 | 100,2340 | Rp100,23 juta | Rp100,21 juta |
Harga PHEI bukan janji harga transaksi; kuotasi mitra bisa lebih rendah karena ada spread jual-beli. Minta kuotasi dari dua mitra bila serimu tercatat di lebih dari satu tempat, lalu bandingkan.
Pajak dan Biaya Menjual Lebih Awal
Pajak Final Selisih Harga Jual
PP 91/2021 memasukkan diskonto, yaitu selisih lebih harga jual di atas harga perolehan, sebagai bunga obligasi. Menurut PP 91/2021, tarifnya PPh final 10%, sama dengan tarif kupon, dan berlaku juga untuk sukuk.
Jika kamu menjual di bawah harga beli, tidak ada selisih lebih yang dipajaki. Rugi modalnya tetap kamu tanggung sendiri, jadi perhitungkan selisih harga sebelum menyetujui kuotasi.
Biaya Mitra Distribusi
FAQ ORI022 menyatakan biaya transaksi di pasar sekunder berbeda-beda menurut kebijakan tiap pihak. Tanyakan dulu ke mitra distribusimu apakah ada komisi atau biaya transfer sebelum menyetujui kuotasi.
Pencairan awal SBR dan ST berbeda: pemerintah tidak memungut biaya, dan nominal kembali utuh. Yang berhenti hanya imbalan atas porsi yang dicairkan, terhitung sejak setelmen.
Lebih Mudah Cair: SBN atau Deposito?
Untuk uang yang mungkin terpakai dalam setahun, deposito masih lebih luwes. Hasil bersih SBN ritel saat ini umumnya lebih tinggi daripada bunga deposito bank besar, seperti dibahas di perbandingan deposito vs SBN ritel, tetapi pintu keluarnya lebih sempit.
| Instrumen | Kapan bisa cair | Ongkos keluar awal |
|---|---|---|
| Deposito bank | Hari kerja mana pun | Bunga berjalan hangus, kadang penalti 0,5%–1% (ketentuan bank) |
| ORI / SR | Setelah 1 kupon, hari bursa | Risiko harga di bawah 100 plus biaya mitra |
| SBR / ST | Hanya di jendela yang ditetapkan pemerintah | Tanpa biaya, tetapi maksimal 50% (FAQ DJPPR) |
Ongkos deposito di tabel bersumber dari ketentuan bank yang kami cek awal Oktober 2026 (untuk BNI, RIPLAY deposito bertanggal Januari 2024). BCA tidak membayar bunga berjalan, BTN memotong 0,5% pokok, dan BNI memotong 1% untuk deposito special rate. Rincian per bank ada di ulasan penalti mencairkan deposito lebih awal.

Dalam simulasi Rp100 juta, penalti 1% berarti Rp1 juta. Angka itu lebih kecil dari rugi simulasi sekitar Rp4,5 juta di skenario yield 8%, tetapi jauh lebih besar daripada nol rupiah pada pencairan awal SBR. Hitung bunga deposito pembandingnya dengan kalkulator deposito.
Sebelum Kamu Memutuskan Menjual
Bila Hanya Butuh Dana Sementara
Brosur ORI030 menyebut seri ini bisa dijadikan agunan kredit di bank umum, mengikuti syarat masing-masing bank. Opsi ini layak dibandingkan bila harga pasar sedang di bawah 100 dan kebutuhanmu hanya beberapa bulan.
Bila Harga Sedang di Atas 100
Menjual saat harga di atas nominal mengunci untung, tetapi kupon tetap ORI030T6 sebesar 7% ikut hilang. Menurut Bank Indonesia, BI Rate masih 5,75% pada RDG 21 Oktober 2026, jadi pertimbangkan dulu tempat menaruh dana dengan hasil sepadan sebelum melepasnya.
Bila Berencana Membeli Seri Baru
Seri yang dibeli sekarang menentukan jalur keluarmu kelak. Bila kamu condong ke ST017 yang dijadwalkan November 2026, pertimbangkan untuk menyisihkan porsi yang mungkin terpakai di luar batas 50% tersebut ke instrumen lain.
Referensi Artikel:
Sekali.id
Kastakilat.id











